Borneo FC Bisa Juara? Persijap Jepara Siap Bikin Kejutan di Bandung

Mario Lemos
Mario Lemos saat memimpin latihan Persijap Jepara (foto : ileague)

JEPARA, Inibalikpapan.com — Drama perebutan mahkota juara Super League musim 2025/2026 dipastikan bakal menyajikan tensi tinggi hingga detik terakhir. Persib Bandung yang saat ini berdiri di pucuk klasemen wajib memasang radar waspada ekstra tinggi.

Pasalnya, sang calon lawan di pekan pamungkas, Persijap Jepara, datang dengan status “pembunuh raksasa” yang siap menggagalkan ambisi juara Maung Bandung.

Bentrokan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026) besok. Hasil laga ini akan langsung menentukan apakah trofi juara akan tetap tinggal di Bandung atau justru terbang ke Samarinda, markas Borneo FC.

Sukses Jinakkan Borneo FC, Persijap Buktikan Bukan Tim Sembarangan

Sinyal bahaya bagi Persib Bandung terpancar nyata dari hasil pertandingan pekan ke-33 lalu. Secara luar biasa, Laskar Kalinyamat berhasil memaksa kandidat juara, Borneo FC Samarinda, bermain imbang tanpa gol (0-0) di Jepara.

Meski hasil itu sempat membuat langkah Pesut Etam mengejar Persib sedikit tersendat, performa tersebut menjadi bukti sahih bahwa organisasi pertahanan Persijap sangat rapat dan sulit ditembus oleh barisan penyerang mewah sekalipun.

Sebagai tim promosi yang sempat dipandang sebelah mata, klub kebanggaan warga Jepara ini perlahan menjelma menjadi kekuatan underdog yang sangat disegani.

Rapor dua laga terakhir mereka terbilang impresif: melumat Persita Tangerang 3-0 di laga tandang. Bahkan di putaran pertama sukses pecundangi Maung Bandung dengan skor 2-1 di Jepara.

Saat ini, Persijap nangkring di peringkat ke-13 dengan koleksi 35 poin dan sudah dipastikan aman dari jerat degradasi.

Mario Lemos Siapkan Skema Serangan Balik Mematikan

Pelatih kepala Persijap Jepara, Mario Lemos, menegaskan bahwa kepastian bertahannya mereka di kasta tertinggi tidak akan membuat anak asuhnya bermain main-main di GBLA. Bermain tanpa tekanan justru menjadi senjata rahasia mereka untuk tampil lepas dan mengejutkan publik Bandung.

“Kami tahu persis pertandingan besok sangat penting untuk penentuan gelar juara liga. Namun, fokus kami tidak berubah, yaitu bermain dengan disiplin tinggi, menunjukkan karakter asli tim, dan memberikan perlawanan terbaik. Kami datang tanpa beban, tetapi dengan motivasi melimpah untuk menutup musim ini dengan hasil positif,” tegas Mario Lemos, dikutip dari laman ileague.

Kekuatan utama Laskar Kalinyamat terletak pada kedisplinan kolektif yang dikomandoi penampilan heroik kiper Muhammad Ardiansyah di bawah mistar gawang.

Tak hanya kokoh dalam bertahan, Persib juga harus mengantisipasi skema transisi cepat (counter-attack) kilat Persijap yang digerakkan oleh duet legiun asing berbahaya, Carlos Franca dan Sudi Abdallah.

Jika skema ini berjalan mulus di GBLA, bukan tidak mungkin Persijap akan kembali membuat kejutan besar yang sekaligus membuka jalan lebar bagi Borneo FC untuk mengklaim trofi juara jika mereka mampu menumbangkan Malut United di Stadion Segiri.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses