Pemkot Balikpapan Siapkan Lahan 76 Hektare untuk Sekolah Rakyat dan Kawasan Pengembangan Baru
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan rencana pemanfaatan lahan aset daerah seluas sekitar 76 hektare yang sebelumnya disiapkan untuk pembangunan sirkuit.
Kawasan tersebut kini dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi pembangunan program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pemerintah kota tengah mengkaji sebagian area dari lahan tersebut untuk mendukung usulan pembangunan fasilitas pendidikan bagi masyarakat.
“Di awal itu ada sekitar 76 hektare lokasi untuk sirkuit. Nah, kami mencoba mengambil sebagian lahan yang mudah-mudahan bisa digunakan untuk usulan Sekolah Rakyat,” ujar Bagus saat meninjau lokasi, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, akses menuju kawasan tersebut sebagian sudah mulai terbuka. Dari total jalur menuju lokasi, sekitar satu kilometer telah menggunakan rigid pavement atau jalan beton, sementara sisanya masih berupa jalan tanah.
“Kami tadi masuk kurang lebih hampir tiga kilometer. Sekitar satu kilometer sudah rigid pavement, sisanya masih jalan tanah,” katanya.
Menurut Bagus, kawasan itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru di Balikpapan, khususnya di wilayah timur dan utara kota yang dinilai masih memiliki ruang pengembangan cukup luas.
Untuk pembangunan Sekolah Rakyat sendiri, pemerintah hanya membutuhkan lahan sekitar tujuh hektare. Selain lokasi eks sirkuit, Pemkot Balikpapan juga mempertimbangkan alternatif lain di kawasan Kilometer 13, tepatnya di area bumi perkemahan.
“Itu juga menjadi salah satu opsi. Tetapi semuanya akan dipertimbangkan dari sisi prioritas, kemudahan akses, dan manfaatnya bagi perkembangan kota ke depan,” jelasnya.
Bagus menuturkan, kondisi lahan yang masih berupa area kosong membuka peluang untuk pengembangan kawasan terpadu yang dapat menciptakan pusat ekonomi baru di Balikpapan.
“Kalau di wilayah kota kan lahannya sudah terbatas. Karena itu, daerah timur dan utara akan coba kita kembangkan supaya muncul generator ekonomi baru, apakah itu hunian, sekolah, maupun kegiatan lain yang menunjang perekonomian kota,” ujarnya.
Terkait anggaran pembangunan, Bagus menyebut pembahasan belum mengarah secara detail pada kebutuhan pembiayaan. Saat ini, pemerintah kota fokus pada pengusulan program dan penyiapan infrastruktur pendukung.
“Kemungkinan nanti akses jalannya dibantu pemerintah kota, sedangkan pembangunan sekolahnya tetap menjadi kewenangan Kementerian Sosial,” katanya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
