Pemkot Balikpapan Gandeng Perusahaan Perluas Program Bedah Rumah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus melanjutkan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian warga.
Untuk memperluas jangkauan penerima manfaat, pemerintah kini mendorong keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiudin, mengatakan program bedah rumah selama ini masih mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, kebutuhan perbaikan rumah yang terus meningkat membuat dukungan dari sektor swasta dinilai sangat penting.
“Kalau misalnya kita ditambah anggaran, insyaallah bisa kita laksanakan. Tapi tidak hanya terfokus ke situ, kita juga mengharap ada bantuan dari CSR, bantuan dari provinsi maupun bantuan dari pusat,” ujar Rafiudin, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, Pemerintah Kota Balikpapan telah memiliki data rumah tidak layak huni yang menjadi prioritas penanganan. Akan tetapi, jumlah rumah yang dapat diperbaiki setiap tahun masih disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Pada 2025, program bedah rumah yang dibiayai melalui APBD Kota Balikpapan berhasil merealisasikan perbaikan sebanyak 100 unit rumah. Jumlah tersebut kembali dialokasikan pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau dari APBD Kota Balikpapan 100 unit. Tahun ini juga 100 unit,” katanya.
Selain dari APBD, bantuan perbaikan rumah juga berasal dari program CSR sejumlah perusahaan serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.
“Ada juga bantuan CSR, ada dari BSPS juga,” tambahnya.
Rafiudin menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Kota Balikpapan. Di tengah pertumbuhan kota sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara, kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dinilai terus meningkat.
Program bedah rumah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi warga. Pemerintah berharap semakin banyak perusahaan yang ikut berpartisipasi melalui program CSR agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pemerintah pusat, upaya menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu di Balikpapan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA
