Dinkes Kaltim Waspadai Zoonosis, Penyakit Infeksi yang Menular
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia. Deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah penyakit berkembang dan meluas di masyarakat.
Zoonosis merupakan penyakit infeksi yang dapat disebabkan berbagai agen, mulai dari bakteri, virus, parasit hingga jamur. Penularannya dapat terjadi dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan zoonosis menjadi bagian dari penyakit emerging yang perlu mendapat perhatian serius.
Hal itu disampaikannya dalam Rakor Zoonosis One Health 2026 di Samarinda.
“Zoonosis merupakan bagian dari beberapa penyakit emerging yang harus kita lakukan deteksi dini dan pencegahannya sehingga tidak meluas secara berkepanjangan,” ujar Fitnawati, dikutip dari laman Pemprov.
Menurutnya, penyakit emerging dapat muncul ketika agen penyakit menyerang populasi untuk pertama kalinya. Namun, penyakit juga dapat kembali muncul atau berulang dan dalam kondisi tertentu berpotensi menyebabkan kematian.
Karena itu, kewaspadaan tidak boleh hanya dilakukan ketika kasus sudah ditemukan. Sistem deteksi dan respons di fasilitas pelayanan kesehatan harus diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyebaran.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua, tentunya teman-teman secara berjenjang di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.
Dinkes Kaltim Dorong Respons Cepat Kasus Zoonosis
Fitnawati menekankan pentingnya sosialisasi dan koordinasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan koordinasi yang kuat, setiap kasus yang ditemukan diharapkan dapat segera diidentifikasi dan mendapatkan penanganan.
“Bagaimana kita mengupayakan sosialisasi dan koordinasi sehingga ketika ada kasus, bisa secara cepat dan tepat mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan penanggulangan zoonosis tidak hanya terletak pada penanganan pasien. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara berbagai program dan sektor.
Pendekatan One Health menjadi penting karena persoalan zoonosis berkaitan erat dengan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.
“Untuk menghadapi tantangan dalam penanggulangan penyakit ini, khususnya dalam kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, memerlukan kerja sama bukan hanya lintas program, tetapi juga lintas sektor terkait dan berkesinambungan,” ujarnya.
Zoonosis Bukan Hanya Urusan Dinas Kesehatan
Fitnawati menegaskan, persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat dibebankan hanya kepada institusi kesehatan.
Dukungan lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pencegahan, pengawasan, deteksi dini hingga respons ketika terjadi kasus zoonosis.
“Permasalahan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi kesehatan saja, tetapi bagaimana peran lintas sektor yang bisa kita manfaatkan,” pungkasnya.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Dinkes Kaltim berharap potensi penyakit zoonosis dapat dideteksi lebih awal sehingga risiko penyebaran luas maupun kejadian luar biasa dapat ditekan.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
