Pengumpulan Zakat BAZNAS Kaltim Tembus Rp19 Miliar, Tata Kelola dan Dampak ke Mustahik Jadi Sorotan

Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi
Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pengumpulan dana ZIS-DSKL dan CSR BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus melonjak. Hingga Juli 2026, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp19,05 miliar, atau sudah mendekati capaian sepanjang 2025 yang mencapai Rp20,60 miliar.

Di tengah tren positif tersebut, BAZNAS Kaltim dituntut tidak hanya mengejar kenaikan penghimpunan zakat, tetapi memastikan dana umat benar-benar menghasilkan perubahan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Hal itu menjadi salah satu sorotan Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) Pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8/2026) malam.

Menurut Zainut, peningkatan jumlah zakat yang terkumpul memang menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat. Namun, ukuran keberhasilan BAZNAS tidak boleh berhenti pada angka penghimpunan.

“Keberhasilan pengelolaan zakat serta peningkatan itu dilihat dari besarnya perubahan yang dirasakan dalam kehidupan mustahik,” ujar Zainut, dikutip dari laman Pemprov.

Pengumpulan Zakat BAZNAS Kaltim Terus Naik

Data BAZNAS Kaltim menunjukkan tren penghimpunan dana ZIS-DSKL dan CSR terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Pada 2021, dana yang terkumpul sebesar Rp6,84 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp10,79 miliar pada 2022, kemudian Rp14,44 miliar pada 2023.

Kenaikan berlanjut pada 2024 dengan penghimpunan mencapai Rp16,51 miliar, lalu meningkat menjadi Rp20,60 miliar pada 2025.

Sementara hingga Januari-Juli 2026, BAZNAS Kaltim telah menghimpun Rp19.055.988.311.

Jika dibandingkan dengan capaian sepanjang 2025, penghimpunan hingga Juli 2026 tersebut sudah mencapai sekitar 92,5 persen. Artinya, dengan masih tersisa lima bulan dalam tahun berjalan, capaian 2025 berpeluang terlampaui.

Kenaikan tersebut menjadi modal penting bagi BAZNAS Kaltim untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat.

Namun, Zainut mengingatkan, pertumbuhan penghimpunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tata kelola.

Bukan Sekadar Besar, Zakat Harus Mengubah Kehidupan

Zainut mendorong BAZNAS tidak terjebak pada orientasi seberapa besar dana yang berhasil dihimpun.

Menurutnya, zakat harus ditempatkan sebagai instrumen untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Masih adanya masyarakat miskin dan kelompok rentan di tengah perkembangan pembangunan Kalimantan Timur menjadi alasan BAZNAS harus semakin tepat dalam menentukan sasaran program.

Bantuan, kata Zainut, idealnya tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu membuka jalan menuju kemandirian.

“Karena itu menjadi dorongan agar kualitas tata kelola, kelembagaan, dan data serta pengumpulan, penelitian, dan laporan juga harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Dengan kata lain, semakin besar dana yang dikelola, semakin besar pula tuntutan terhadap akurasi data, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran penyaluran.

Lima Pilar Jadi Fokus Program BAZNAS Kaltim

Ketua BAZNAS Provinsi Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, mengatakan penguatan pengelolaan zakat menjadi fokus Rakorda dan BAZNAS Strategic Development yang berlangsung 10-13 Agustus 2026.

Forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun inovasi program ke depan.

“Tujuan kegiatan memfasilitasi beberapa program dan menginovasi program tahun sebelumnya yang dirumuskan dalam program kerja pada bidang pembinaan, administrasi, pendayagunaan, serta pengawasan dan pengembangan,” ujar Ahmad Nabhan.

BAZNAS Kaltim memiliki lima pilar utama dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa.

Kelima pilar tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial hingga keagamaan.

Di sektor pendidikan, misalnya, dana zakat disalurkan dalam bentuk bantuan biaya sekolah maupun dukungan sarana dan prasarana pendidikan.

Sementara di bidang kesehatan, BAZNAS Kaltim menjalankan sejumlah program untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Program tersebut antara lain khitanan massal dan bantuan operasi bagi anak-anak, termasuk operasi bibir sumbing.

BAZNAS Kaltim Diminta Satu Data dan Satu Arah

Besarnya potensi zakat Kaltim juga menuntut penguatan koordinasi antara BAZNAS provinsi dengan BAZNAS kabupaten/kota.

Zainut menilai Rakorda dan BSD menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran BAZNAS di Kalimantan Timur.

“Kita ingin BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, kabupaten dan kota bergerak dalam satu arah, memenuhi standar tata kelola yang semakin baik, menggunakan data yang semakin akurat, serta mampu menghadirkan program-program yang benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Penguatan data menjadi penting agar penyaluran zakat tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

BAZNAS perlu mengetahui secara lebih akurat siapa yang membutuhkan bantuan, jenis persoalan yang dihadapi, serta intervensi apa yang paling tepat agar bantuan tidak berhenti sebagai solusi sementara.

Tantangan BAZNAS: Ubah Zakat Jadi Kemandirian

Dengan penghimpunan yang terus meningkat, tantangan BAZNAS Kaltim kini bukan lagi sekadar bagaimana mengumpulkan lebih banyak dana.

Tantangan berikutnya adalah mengubah dana zakat menjadi program yang mampu mengurangi kerentanan masyarakat dan mendorong mustahik menuju kemandirian.

Ahmad Nabhan berharap Rakorda dan BSD menghasilkan evaluasi serta rumusan program yang semakin baik, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota.

Sementara Zainut berharap peningkatan penghimpunan zakat diikuti penguatan tata kelola dan semakin besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Semoga pengelolaan terus meningkat, tata kelola semakin kuat, dan yang paling penting adalah manfaat zakat semakin nyata dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik dan membantu masyarakat,” pungkasnya.

Dengan penghimpunan hingga Rp19,05 miliar hanya dalam tujuh bulan, BAZNAS Kaltim kini menghadapi ujian yang lebih besar: membuktikan bahwa pertumbuhan dana umat benar-benar sejalan dengan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat yang menerimanya.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses