Ditahan Imbang Arema FC, Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic Soroti Penyelesaian Akhir

Darije Kalezić
Darije Kalezić (foto : Oficial PSM )

PAREPARE, Inibalikpapan.com – PSM Makassar mengamankan satu poin setelah bermain imbang melawan Arema FC pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Juku Eja harus bekerja keras hingga penghujung laga untuk mengejar ketertinggalan dalam pertandingan yang digelar tanpa penonton tersebut.

Hasil imbang ini sekaligus memperlihatkan dua wajah PSM di awal musim. Di satu sisi, permainan tim mulai menunjukkan identitas baru dan semangat juang yang sempat hilang musim lalu. Namun di sisi lain, lini belakang masih menjadi pekerjaan besar setelah PSM kebobolan enam gol dalam dua pertandingan pertama.

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menilai timnya tampil sangat baik pada babak pertama.

PSM mampu memperagakan gaya permainan baru sesuai rencana dan menciptakan sejumlah peluang. Sayangnya, efektivitas di sepertiga akhir lapangan masih menjadi persoalan.

“Kami bermain sangat baik di babak pertama dengan gaya permainan baru yang sesuai dengan rencana. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi masih terkendala penyelesaian akhir dan umpan terakhir,” ujar Darije, dikutip dari laman klub.

Di sisi lain, Arema FC mampu memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan secara lebih efektif untuk mencetak gol.

Fighting Spirit PSM Mulai Kembali

Memasuki babak kedua, PSM menunjukkan perubahan karakter. Semangat juang pemain meningkat dan akhirnya membuahkan gol penyeimbang di penghujung pertandingan.

Darije menyebut fighting spirit tersebut sebagai modal penting PSM musim ini.

“Semangat inilah yang saya maksud, semangat Ewako dan Siri’na Pacce,” kata Darije.

Menurutnya, karakter tersebut sempat tidak terlihat secara konsisten pada musim lalu. Kini, ia melihat para pemain mulai menunjukkan kembali mental untuk berjuang hingga pertandingan berakhir.

Enam Gol Kebobolan Jadi Alarm

Meski berhasil mencuri satu poin, Darije tidak menutup mata terhadap persoalan pertahanan PSM.

Dalam dua pertandingan awal musim, Juku Eja telah kebobolan enam gol. Menurut Darije, sebagian besar gol tersebut berawal dari situasi transisi setelah PSM kehilangan penguasaan bola.

“Masalah tersebut mayoritas berasal dari situasi transisi setelah kehilangan bola,” jelasnya.

Tim teknis PSM, lanjut Darije, terus melakukan evaluasi untuk memperbaiki persoalan tersebut. Namun, ia menyadari pembenahan membutuhkan proses dan waktu.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses