Punya 17 Tembakan Tak Berbuah Gol Lawan Persija, Jadi Alarm Bagi Borneo FC Jelang Lawan Persijap

Mauro Jeronimo
Mauro Jeronimo (foto : I League)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Borneo FC Samarinda mengawali Super League 2026/27 dengan hasil pahit. Bermain di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam, Pesut Etam justru takluk 0-1 dari Persija Jakarta meski tampil lebih agresif sepanjang pertandingan.

Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi Borneo FC. Bukan karena minim peluang, tetapi karena 17 tembakan yang dilepaskan tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol.

Secara statistik, Borneo FC sebenarnya lebih dominan. Pesut Etam mencatatkan 17 tembakan dengan sembilan di antaranya tepat sasaran.

Sebaliknya, Persija Jakarta hanya melepaskan delapan tembakan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang.

Namun, dominasi tersebut tidak tercermin di papan skor. Persija justru mampu membawa pulang tiga poin melalui kemenangan tipis 1-0.

“Secara keseluruhan, jelas bahwa kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit. Kami mencatatkan lebih banyak tembakan dan peluang, tetapi penyelesaian akhir kami kurang efisien,” ujar pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo, dikutip dari laman I League.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, sepak bola memang tidak selalu memberikan kemenangan kepada tim yang lebih dominan. Efektivitas di depan gawang menjadi pembeda utama.

“Sepak bola mungkin satu-satunya olahraga di mana meskipun Anda menciptakan lebih banyak peluang dan melepaskan lebih banyak tembakan dibandingkan lawan, mereka tetap bisa mengalahkan Anda,” katanya.

Meski kecewa dengan hasil tersebut, Mauro tidak ingin timnya larut dalam kekalahan. Ia menilai performa Borneo FC secara keseluruhan sudah memberikan modal positif untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Namun, inilah sepak bola dan perjalanan kami baru saja dimulai. Saya yakin jika kami bisa mempertahankan performa seperti ini di pertandingan-pertandingan berikutnya, kami pasti akan meraih kemenangan,” ujarnya.

17 Tembakan, Nol Gol

Persoalan efektivitas kini menjadi pekerjaan rumah terbesar Borneo FC.

Mauro mengatakan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pertandingan melawan Persija. Evaluasi tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga taktik dan kemampuan pemain dalam memanfaatkan peluang.

“Kita harus analisis, kita harus lihat pertandingan lagi. Bisa dari aspek teknis, taktikal, atau kemungkinan ada pemain yang sedang dalam kondisi bagus dan punya inspirasi,” jelasnya.

Menurut Mauro, banyak faktor yang dapat memengaruhi kegagalan sebuah tim mencetak gol. Namun, ia menegaskan satu hal yang tidak bisa dibantah: Borneo FC tidak cukup efektif.

“Kita ada banyak faktor. Tapi kita harus jujur, kita tidak efisien karena kita tidak mencetak gol. Pasti ke depannya harus kita koreksi itu. Kita harus cetak gol,” tegasnya.

Kekalahan dari Persija menjadi peringatan awal bagi Pesut Etam bahwa dominasi permainan saja belum cukup untuk mengamankan poin.

Borneo FC harus mampu mengubah penguasaan permainan dan peluang menjadi gol jika ingin bersaing konsisten di Super League 2026/27.

Borneo FC Alihkan Fokus ke Persijap Jepara

Tak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan, Borneo FC langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan pekan kedua.

Pesut Etam dijadwalkan bertandang menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12/9/2026).

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk membuktikan bahwa kegagalan mencetak gol saat menghadapi Persija hanyalah persoalan efisiensi yang bisa segera diperbaiki.

Jika mampu mempertahankan agresivitas sekaligus memperbaiki penyelesaian akhir, Pesut Etam berpeluang mengakhiri paceklik gol dan membawa pulang hasil positif dari Jepara.

Editor : ABraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses