Borneo FC Tambah Pemain Asing ke-14, Rei Okada Merapat Usai Kalah dari Persija Jakarta

Rei Okada
Rei Okada (foto : Oficial Borneo FC)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Setelah mengawali Super League 2026/2027 dengan kekalahan atas Persija Jakarta, di Stadion Segiri, Borneo FC Samarinda mendatangkan pemain asal Jepang, Rei Okada, untuk memperkuat sektor bek kanan.

Kedatangan Rei Okada diumumkan Borneo FC melalui akun media sosial resmi klub, Senin (7/9/2026). Pemain berusia asal Jepang itu diproyeksikan menambah opsi di posisi fullback kanan.

“Dari Negeri Sakura, datang kekuatan baru untuk Pesut Etam. Selamat datang di keluarga besar Borneo FC Samarinda, Rei Okada,” tulis Borneo FC.

Kehadiran Rei menjadi menarik karena Borneo FC kini memiliki 14 pemain asing dalam skuad musim 2026/2027. Jumlah tersebut jauh di atas batas pemain asing yang dapat didaftarkan untuk kompetisi Super League.

Pernah Berkarier di Jerman dan Austria

Rei Okada bukan pemain yang sepenuhnya asing dengan sepak bola Eropa. Sebelum memilih melanjutkan karier di Asia Tenggara, bek kanan tersebut menghabiskan sebagian perjalanan kariernya di kompetisi Jerman dan Austria.

Di Jerman, Rei tercatat pernah memperkuat Basara Mainz dan TSV Schott Mainz, serta menjalani periode bersama tim muda VfB Stuttgart II.

Kariernya kemudian berlanjut ke Austria. Ia memperkuat Favoritner AC sebelum bergabung dengan SK Austria Klagenfurt.

Bersama Austria Klagenfurt pada musim 2025/2026, Rei tampil cukup reguler di kasta kedua Liga Austria. Ia mencatatkan 24 penampilan dan menyumbangkan dua assist.

Setelah kontraknya berakhir dan berstatus tanpa klub sejak Juli 2026, Rei akhirnya memilih Borneo FC sebagai pelabuhan berikutnya.

Borneo FC Punya 14 Pemain Asing

Masuknya Rei Okada membuat persaingan di internal skuad Borneo FC semakin ketat, terutama karena klub harus menyesuaikan jumlah pemain asing dengan regulasi kompetisi.

Selain Rei, Borneo FC sebelumnya telah memiliki sejumlah pemain asing seperti Marcos Astina, Caxambu, Juan Villa, Kadu, Iago Mendonça, Christian Matheus, Gabriel Oliveira, Rodrigo Varanda, Kablan N’Goma, Njabulo Blom, Rubio, Moussa Diarra, dan Van Basty Souza.

Artinya, Borneo FC kini memiliki 14 pemain asing, sementara regulasi Super League hanya memperbolehkan setiap klub mendaftarkan maksimal 11 pemain asing.

Dari jumlah yang didaftarkan tersebut, maksimal sembilan pemain asing dapat masuk daftar susunan pemain (DSP), sedangkan hanya tujuh pemain asing yang diperbolehkan berada di lapangan secara bersamaan.

Situasi ini membuat manajemen Borneo FC harus cermat mengatur komposisi pemain, terlebih Pesut Etam musim ini menghadapi jadwal kompetisi yang padat.

Empat Kompetisi Menanti Pesut Etam

Borneo FC tidak hanya menghadapi persaingan di Super League. Pesut Etam juga dijadwalkan tampil di sejumlah ajang lain musim ini.

Selain Super League 2026/2027, Borneo FC akan menjalani League Cup, ASEAN Club Championship (Shopee Cup), serta AFC Challenge League (ACGL).

Padatnya agenda tersebut menjadi salah satu alasan kedalaman skuad menjadi penting. Namun, tambahan pemain asing juga berarti manajemen harus melakukan rotasi dan menentukan pemain mana yang didaftarkan pada setiap kompetisi.

Kehadiran Rei Okada pun menjadi bagian dari strategi Borneo FC memperkuat kedalaman skuad. Terlebih, Pesut Etam mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 dengan hasil kurang ideal setelah takluk dari Persija Jakarta pada laga perdana.

Kini, tambahan tenaga dari Jepang diharapkan mampu memperkuat sisi kanan pertahanan Borneo FC sekaligus meningkatkan persaingan untuk mendapatkan tempat di starting eleven.

Penulis : Abraham Johan

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses