Usai Kalahkan Borneo FC, STY Singgung Persija Jakarta 8 Tahun Tak Pernah Menang di Kalimantan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Persija Jakarta membuka Super League 2026/2027 dengan kemenangan penting di kandang Borneo FC Samarinda. Macan Kemayoran menang tipis 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam.
Menariknya, kemenangan tersebut tidak lahir dari permainan dominan Persija. Pelatih Shin Tae-yong (STY) justru mengakui Borneo FC tampil lebih baik dan lebih agresif sepanjang pertandingan.
Namun, Persija menunjukkan satu hal yang tidak dimiliki tuan rumah: efektivitas di depan gawang.
Gol Alexander Jeremejeff pada menit ke-45 menjadi pembeda sekaligus menghukum kelengahan Borneo FC menjelang turun minum. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 untuk Persija tidak berubah.
Shin Tae-yong menilai kemenangan di Samarinda menjadi hasil dari kerja keras dan konsentrasi pemain yang terjaga selama 90 menit.
“Pertandingan yang sangat sulit. Tapi saya rasa kami telah bekerja keras bersama untuk menyajikan pertandingan yang baik. Saya pun ingin mengucapkan selamat kepada pemain,” kata STY, selepas pertandingan, dikutip dari laman I League.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga menyoroti catatan penting Persija. Kemenangan atas Borneo FC menjadi hasil spesial karena Macan Kemayoran disebut sudah sekitar delapan tahun tidak pernah meraih kemenangan di Kalimantan.
“Setahu saya, Persija tidak pernah menang di Kalimantan selama delapan tahun, namun akhirnya kami bisa menang. Pemain sangat kesulitan, tetapi para pemain tidak kehilangan konsentrasi hingga akhir. Saya sungguh ingin memuji kerja keras mereka,” ujarnya.
Shin Sebut Persija Baru Tunjukkan 50 Persen Kemampuan
Meski berhasil membawa pulang tiga poin, Shin Tae-yong tidak menutup-nutupi bahwa Persija belum tampil dalam level terbaiknya.
Bahkan, dia memperkirakan permainan timnya baru berada di kisaran 50 persen dari kemampuan sebenarnya.
“Jujur saja, di laga ini kami baru menunjukkan sekitar 50 persen dari performa kami yang sebenarnya,” ungkap STY
Sebaliknya, Borneo FC dinilainya mampu memberikan tekanan lebih besar dan memainkan pertandingan dengan lebih baik.
“Sejujurnya, jika dibandingkan dengan permainan kami, tim Borneo FC bermain jauh lebih baik dan lebih keras,” katanya.
Namun, Persija mampu mengubah satu momen menjadi gol. Kombinasi umpan silang dan penyelesaian akhir yang lebih tajam menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
“Alasan kami bisa menang adalah keberhasilan memanfaatkan penyelesaian akhir dari umpan silang Alex dan Memo yang lebih tajam dari lawan,” jelasnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Borneo FC Samarinda. Pesut Etam sebenarnya lebih dominan dalam pertandingan dan mampu memberikan tekanan kepada pertahanan Persija. Namun, dominasi tersebut tidak berujung gol.
Sebaliknya, Persija hanya membutuhkan satu peluang penting menjelang babak pertama berakhir untuk mengubah pertandingan. Alexander Jeremejeff memanfaatkan momentum pada menit ke-45 dan membawa Persija unggul 1-0.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
