DKK Gelar Survey Kesehatan Keluarga Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan sejak awal tahun melakukan survei Kesehatan keluarga kota Balikpapan.

Dalam survei keluarga sehat ada 12 indikator yang harus dilakukan pengecekan oleh tim survei DKK Balikpapan. Yakni kesehatan ibu dan anak, pemakaian KB, imunisasi dasar lengkap bagi bayi, asi eksklusif, lingkungan rumah bebas rokok, penderita TBC, hipertensi, serta prasarana air bersih dan jamban.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Suheriyono mengatakan, dalam survey keluarga sehat sudah berjalan sejak Januari. Dilakukan oleh 27 puskesmas seluruh Balikpapan. Dengan mengunjungi ke rumah sekitar lingkungannya. “Setidaknya targetnya 5 rumah sehari,” katanya (20/7/2017).

Survey yang dilakukannya memiliki kendala mulai terbatas tenaga, penolakan warga yang didatangi hingga rumah warga yang kerap kosong saat didatangi.

” Terkendala personil terutama bila pasien di puskesmas ramai. Maka survey menjadi tertunda. Kemudian pada saat di lapangan tidak semua rumah mau diadakan survey keluarga sehat. Ada yang menutup rumahnya atau memang rumahnya tidak ada orang,” tandasnya.

Dalam kegiatan survey juga dibantu oleh mahasiswa oleh poltekkes. Beberapa indikator yang belum terpenuhi masyarakat yakni sebagian masyakat tidak memiliki jamban yang layak. Serta tidak memiliki kartu BPJS.

“Kalau tak punya BPJS kita data, kami daftarkan dan dibantu biayanya dalam penerima bantuan iuran (PBI). Setelah ada keterangan tidak mampu dari RT dan Dinas Sosial, ” ujarnya.

Adapun PBI dianggarkan di APBD 2017 sebesar Rp 4 miliar untuk 12.500 orang. PBI diberikan untuk mengcover masyarakat yang tidak dinaungi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat.

Penanganan langsung pun segera diberikan pada penderita TBC, hipertensi terutama bagi masyarakat yang belum mempunyai BPJS.

“Kalau yang mendapat penanganan langsung seperti TBC, hipertensi. Diberi obat gratis. Kalau pengadaan jamban yang layak kami tidak bisa bantu. Mungkin dinas terkait atau pemerintan pusat bisa,” tukasnya.

Baca juga ini :  Update 17 November 2020 : Bertambah 171 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 222 Pasien Sembuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.