Rute Samarinda–Melak Segera Dibuka, Wings Air Siapkan Penerbangan Perdana 3 Kali Sepekan
SENDAWAR, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama manajemen Wings Air mematangkan persiapan penerbangan perdana rute Samarinda–Melak.
Rapat persiapan digelar di Kantor Dinas Perhubungan Kutai Barat dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, termasuk Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat Rita Nursandy, Kepala UPBU Kelas III Melalan Melak Bernard R. Purba, serta Station Manager Wings Air GHS Andi Muh. Dhevara.
Pembukaan rute ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih cepat, efisien, dan terjangkau di wilayah Kutai Barat.
Rita Nursandy mengungkapkan, pembukaan rute Samarinda–Melak merupakan hasil komunikasi panjang antara pemerintah daerah dan pihak maskapai.
Menariknya, berbeda dari skema sebelumnya, kali ini pemerintah daerah tidak diwajibkan menyediakan dana deposit maupun skema block seat untuk menjamin keterisian penumpang.
“Alhamdulillah, pihak Wings Air menyetujui penerbangan ini tanpa meminta deposit. Namun, mereka berharap pemerintah turut membantu sosialisasi kepada masyarakat agar rute ini diminati,” ujar Rita.
Pangkas Waktu Tempuh hingga Berjam-Jam
Rita menegaskan, kehadiran rute ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan. Jika melalui jalur darat perjalanan Samarinda–Melak bisa memakan waktu berjam-jam, jalur udara hanya membutuhkan sekitar 35 hingga 45 menit.
“Ini sangat membantu masyarakat yang memiliki kepentingan pemerintahan, bisnis, hingga aktivitas lainnya yang membutuhkan mobilitas cepat,” jelasnya.
Target Okupansi 70 Persen
Sementara itu, Station Manager Wings Air, Andi Muh. Dhevara, menyebut Kutai Barat memiliki potensi mobilitas tinggi, khususnya dari sektor pertambangan dan perkebunan.
Menurutnya, kebutuhan perjalanan cepat di sektor tersebut menjadi alasan utama dibukanya rute penerbangan ini.
Sebagai tahap awal, Wings Air akan mengoperasikan penerbangan sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Maskapai menyiapkan kapasitas 72 kursi untuk rute Samarinda–Melak dan 65 kursi untuk rute sebaliknya.
“Kami menargetkan load factor mencapai 70 persen atau sekitar 50 penumpang per penerbangan. Dengan harga tiket yang terjangkau, waktu tempuh hanya sekitar 45 menit,” ungkapnya.
Pembukaan rute ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mempercepat aktivitas bisnis di Kutai Barat dan sekitarnya. / pemprov
BACA JUGA
