Duta Besar Australia Sambangi Telagasari, Puji Balikpapan sebagai Pionir Kota Disabilitas Inklusif

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan Murni
Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan Murni (foto : Inibalikpapan/Syarifuddin)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Kota Balikpapan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota inklusif di Indonesia. Komitmen ini ditunjukkan melalui keberhasilan program Kelurahan Disabilitas Inklusif (KDK) yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Australia.

Hal tersebut mengemuka saat kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kantor Kelurahan Telagasari, Balikpapan Kota, Jumat (24/4/2026). Balikpapan sendiri terpilih menjadi satu dari enam kota percontohan nasional sejak program ini digulirkan pada 2022.

Geser Paradigma: Dari Bantuan ke Pemberdayaan

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan Murni menegaskan, bahwa melalui KDK, Pemkot Balikpapan tidak lagi sekadar memberikan bantuan sosial sesaat, melainkan berfokus pada kemandirian para penyandang disabilitas (difabel).

“Yang paling penting bukan lagi bantuan sesaat, tetapi bagaimana difabel bisa mandiri dan berdaya. Kami memastikan mereka dapat mengakses layanan publik secara setara, mulai dari kesehatan hingga ekonomi,” ujar Andi Yusri.

Akses Kerja dan Stan Khusus UMKM

Implementasi inklusivitas di Balikpapan telah merambah berbagai sektor melalui kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD):

  • Sektor Ketenagakerjaan: Tersedianya Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang sudah berjalan dua tahun untuk memfasilitasi akses kerja bagi difabel.
  • Sektor Ekonomi (UMKM): Pemkot mewajibkan penyediaan stan khusus bagi difabel dalam setiap acara atau event besar di tingkat kota maupun OPD.
  • Jaminan Sosial: Difabel menjadi prioritas utama dalam kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Optimalkan Enam Kelurahan Percontohan

Saat ini, program KDK telah berjalan di enam kelurahan yang tersebar di beberapa kecamatan. Meski ada tantangan dalam memperluas cakupan ke seluruh kelurahan—terutama dalam pembentukan kepengurusan komunitas lokal yang mandiri—pemerintah tetap memberikan layanan individual bagi difabel di wilayah luar percontohan.

Selain pemberdayaan ekonomi, Pemkot secara bertahap terus melakukan renovasi fasilitas publik, termasuk kantor kelurahan dan kecamatan, agar lebih ramah bagi pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya.

Harapan Menjadi Contoh Nasional

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah Australia, Balikpapan berharap dapat menjadi role model bagi kota-kota lain di Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan ruang hidup di mana perbedaan fisik bukan lagi penghalang untuk mendapatkan peluang kerja, pendidikan, dan kehidupan yang layak.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses