Gagal Tundukkan 10 Pemain Persiba Balikpapan, Pelatih PSS Sleman Kecewa dan Soroti Mental Pemainnya
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Persiba Balikpapan di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026) malam, menyisakan rasa sesak bagi kubu PSS Sleman. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna di menit-menit akhir, sekaligus membuang peluang untuk mengunci tiket promosi lebih awal.
Tim berjuluk Super Elang Jawa sempat unggul lewat striker andalan Gustavo Tocantins pada menit ke-73. Namun, keunggulan tersebut buyar setelah Arsa Ramadan menyamakan kedudukan bagi Persiba di menit ke-89.
Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Kekecewaan PSS semakin mendalam karena mereka gagal memaksimalkan keuntungan jumlah pemain. Sebagaimana diketahui, Persiba harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50 setelah bek Rical Vieri diganjar kartu merah oleh wasit.
Pelatih kepala PSS, Ansyari Lubis, mengakui bahwa target awal timnya adalah mencuri poin penuh untuk mengamankan posisi di puncak klasemen Grup 2 (Grup Timur).
“Yang pasti dengan hasil imbang 1-1 ini, pada pertandingan terakhir kita harus menentukan nasib melalui diri sendiri. Sebenarnya kita datang ke sini dengan target tiga poin, namun hanya diberikan satu poin,” ujar Ansyari, dikutip dari laman ileague.
Evaluasi Performa Individu dan Kesiapan Mental
Ansyari tidak menutup mata atas performa anak asuhnya yang dianggap menurun setelah unggul. Ia menyoroti beberapa pemain yang dinilai tampil di bawah standar pada laga krusial tersebut.
“Saya kira ada beberapa pemain yang tidak menunjukkan performa terbaik, ini yang menjadi bahan untuk evaluasi. Masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait kesiapan mental para pemain dalam menghadapi pertandingan besar,” tegasnya.
Nasib Promosi Ditentukan di Pekan Terakhir
Meski meraih hasil minor, PSS Sleman beruntung masih bisa bertahan di puncak klasemen Grup 2 dengan koleksi 53 poin. Angka ini identik dengan milik Persipura Jayapura yang menguntit di peringkat kedua. PSS saat ini hanya unggul dalam selisih gol dan catatan head-to-head.
Kondisi ini memaksa PSS Sleman harus tampil habis-habisan pada pekan ke-27 atau laga pamungkas mendatang. Siapa yang akan naik ke kasta tertinggi secara otomatis akan ditentukan oleh konsistensi PSS dan Persipura di pertandingan terakhir.
Bagi PSS, laga final sesungguhnya kini tinggal menyisakan satu langkah lagi, di mana kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi impian mereka kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
BACA JUGA
