Gali Jiwa Patriotisme, 50 Pemuda Balikpapan Ikuti Diklat Kader Bela Negara 2026
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pemuda Bela Negara Kota Balikpapan Tahun 2026. Acara yang digagas oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, di Lapangan Mini Soccer Balikpapan Tennis Stadium pada Senin (22/6/2026).
Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari hingga 27 Juni mendatang ini diikuti oleh 50 pemuda-pemudi terbaik yang telah lolos seleksi ketat. Para peserta mencakup pelajar SMA/SMK sederajat, mahasiswa, perwakilan organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo menyatakan bahwa esensi bela negara saat ini telah mengalami pergeseran makna yang mendasar. “Bela negara tidak lagi dimaknai semata-mata sebagai keterlibatan dalam bidang pertahanan dan keamanan fisik. Semangat bela negara harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap cinta tanah air, menjaga persatuan, menaati aturan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan,” tegas Bagus.

Bagus juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. “Pemuda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus memiliki karakter yang kuat, wawasan kebangsaan yang kokoh, serta kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus digital dan perkembangan teknologi,” lanjutnya.
Beliau menambahkan bahwa ancaman nyata seperti penyalahgunaan narkoba dan penyebaran hoaks harus dilawan dengan nilai-nilai patriotisme.
Jaga Keutuhan Bangsa
Melalui program ini, Wakil Wali Kota berharap para peserta mampu mengimplementasikan lima nilai dasar bela negara. “Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat komitmen dalam membangun daerah serta menjaga keutuhan bangsa,” kata Bagus.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa diklat ini dijalankan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
”Pemuda adalah aset bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai patriotisme, cinta tanah air, kedisiplinan, serta semangat gotong royong sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” jelas Ratih.
Ratih menerangkan bahwa sistem diklat menggunakan metode terpadu yang seimbang. “Para peserta mendapatkan pembelajaran melalui metode terpadu yang memadukan teori di dalam kelas dan praktik lapangan,” ungkapnya. Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, sejarah perjuangan, implementasi Pancasila, kepemimpinan, Peraturan Baris-Berbaris, hingga simulasi penanggulangan bencana dari Basarnas.
Menutup laporannya, Ratih menegaskan bahwa tanggung jawab ini berada di pundak bersama. “Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara. Kami berharap para peserta dapat menjadi kader-kader muda yang memiliki karakter kuat, semangat pengabdian, serta mampu membawa pengaruh positif bagi masyarakat,” pungkas Ratih.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
