Kapolresta Balikpapan Klarifikasi Isu Begal yang Meresahkan Masyarakat, Begini Penjelasannya

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Kumontoy

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Isu dugaan aksi begal yang belakangan ramai beredar di media sosial dipastikan tidak terjadi di Kota Balikpapan. Hingga saat ini, Polresta Balikpapan menyatakan belum menerima laporan resmi terkait tindak pidana begal sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy mengatakan, informasi yang viral tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki Satreskrim Polresta Balikpapan, tidak ada laporan polisi terkait kasus begal. Peristiwa yang sempat ramai diperbincangkan sebenarnya merupakan kasus penganiayaan yang berujung pembacokan.

“Peristiwa tersebut dipicu pengaruh minuman keras dan aksi balas dendam antar kelompok. Kasusnya sudah berhasil diungkap dan para pelaku telah diamankan,” kata Jerrold saat menerima aspirasi dari aliansi mahasiswa dan masyarakat.

Polisi Jelaskan Perbedaan Begal, Jambret dan Copet

Jerrold menilai masih banyak masyarakat yang keliru membedakan tindak kriminal seperti begal, jambret maupun copet. Padahal, ketiganya memiliki unsur tindak pidana yang berbeda.

Menurutnya, aksi mengambil telepon genggam atau barang berharga milik korban saat sedang berkendara lebih tepat dikategorikan sebagai jambret atau pencurian dengan pemberatan.

“Sementara begal adalah tindak kejahatan yang melibatkan penghentian korban, disertai ancaman atau kekerasan, kemudian pelaku merampas barang milik korban. Ini yang perlu dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi,” jelasnya.

Meski tidak ada laporan begal, Polresta Balikpapan tetap meningkatkan langkah preventif melalui Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), penguatan fungsi kring reskrim, hingga patroli kendaraan roda dua di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Mahasiswa dan Masyarakat Diajak Lawan Hoaks

Kapolresta juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk lebih kritis dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, literasi digital menjadi kunci untuk mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan keresahan publik.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Jangan sampai informasi yang belum jelas sumbernya justru menimbulkan ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara kepolisian, mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjalin untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Balikpapan agar tetap aman dan kondusif.***

Penulis: Samsul
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses