Guru SMK Belajar Langsung Standar Industri untuk Bekal Siswa Siap Kerja di Pabrik Yamaha

Yamaha Indonesia kembali menerima kunjungan pabrik (factory visit) dari para guru SMK di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Pulo Gadung, Jakarta pada 5 Juni 2026 lalu.
Yamaha Indonesia kembali menerima kunjungan pabrik (factory visit) dari para guru SMK di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Pulo Gadung, Jakarta pada Jumat (5/6). Foto: Yamaha Indonesia

JAKARTA, inibalikpapan.com,– Puluhan guru SMK jurusan pemasaran melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha, mulai perakitan mesin hingga pemeriksaan akhir. Pengalaman itu diharapkan memperkaya materi pembelajaran agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Program factory visit PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) digelar di pabrik Pulo Gadung, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi dunia industri dan pendidikan vokasi yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMK.

Selama kunjungan, para guru tidak hanya mengikuti paparan mengenai sejarah Yamaha di Indonesia. Mereka juga melihat langsung proses engine assembly, body assembly, hingga final inspection dalam rangkaian produksi sepeda motor Yamaha.

Pengalaman tersebut diharapkan membantu para guru memahami standar kerja industri modern. Materi yang diajarkan kepada siswa pun menjadi lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Assistant General Manager Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Hendri Kartono, mengatakan Yamaha terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia industri.

“Melalui kunjungan pabrik ini kami ingin berbagi pengalaman sekaligus menunjukkan bagaimana proses manufaktur berskala global berjalan. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan membantu melahirkan talenta yang siap terjun ke dunia industri,” ujar Hendri.

Bekal Guru untuk Menyiapkan Lulusan Lebih Kompeten

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan Yamaha terhadap Program 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selain mempelajari proses manufaktur, para peserta juga mendapat materi tentang pengendalian mutu dan teknologi produksi. Mereka juga mempelajari strategi pemasaran serta penjualan sepeda motor yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Guru juga berdiskusi bersama tim Yamaha Institute mengenai tantangan dunia pemasaran otomotif, perubahan perilaku konsumen, serta kompetensi yang kini dibutuhkan industri.

Melalui kegiatan tersebut, Yamaha berharap hubungan antara dunia usaha dan pendidikan vokasi semakin erat. Kolaborasi semacam ini dinilai penting agar lulusan SMK tidak hanya memiliki bekal teori, tetapi juga memahami budaya kerja, standar kualitas, dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Bagi sekolah kejuruan, pengalaman langsung di lingkungan industri diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran sehingga siswa memiliki kesiapan yang lebih baik saat memasuki dunia kerja setelah lulus.***

Sumber: Yamaha Indonesia
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses