Libur Sekolah Tiba, Siswa Sekolah Rakyat Asal Balikpapan Akhirnya Pulang Bertemu Keluarga

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Masa libur sekolah menjadi momen yang paling dinantikan bagi 10 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda asal Kota Balikpapan. Setelah hampir satu tahun mengikuti pendidikan dengan sistem berasrama, mereka akhirnya kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga.

Kepulangan para siswa Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan fasilitasi. Berdasarkan kalender akademik, libur sekolah berlangsung mulai 21 Juni hingga 5 Juli 2026.

Dari 10 siswa yang pulang, delapan merupakan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD). Sedangkan dua lainnya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Momen berkumpul bersama keluarga menjadi kesempatan bagi anak-anak. Utamanya untuk melepas rindu setelah menjalani aktivitas belajar dan pembinaan di lingkungan sekolah berasrama selama satu tahun ajaran 2025/2026.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Arfiansyah menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga rentan dan kurang mampu.

Melalui program tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan keterampilan hidup.

Data Dinas Sosial Kota Balikpapan menunjukkan, dari 10 siswa yang saat ini masih aktif mengikuti pendidikan di SRT 58 Samarinda. Enam anak sebelumnya telah bersekolah, sedangkan empat lainnya belum pernah mengenyam pendidikan formal sebelum bergabung dalam program tersebut.

Kondisi tersebut menunjukkan peran Sekolah Rakyat dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya belum tersentuh layanan pendidikan formal.

Belasan Anak Balikpapan Sekolah di SR

Pada tahap awal, Dinas Sosial Kota Balikpapan mengusulkan 16 calon peserta didik untuk mengikuti pendidikan di SRT 58 Samarinda.

Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, sebanyak 11 anak memenuhi syarat dan menjadi .peserta didik. Sebagian calon lainnya belum dapat lanjut karena keterbatasan kuota maupun faktor usia yang tidak lagi memenuhi ketentuan penerimaan.

Dari 11 peserta didik tersebut, saat ini 10 anak masih aktif mengikuti pembelajaran. Sementara satu anak lainnya untuk sementara kembali kepada keluarga. Ini karena memerlukan pendampingan khusus terkait perkembangan diri sehingga belum dapat mengikuti proses belajar secara optimal.

Arfiansyah berharap masa libur sekolah dapat anak-anak manfaatkan untuk mempererat hubungan dengan keluarga. Sekaligus menjadi penyemangat sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar pada tahun ajaran baru.

Menurut Arfiansyah, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rasa percaya diri, motivasi belajar, serta perkembangan karakter anak.

Melalui program Sekolah Rakyat, Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memperluas akses pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Penulis: Samsul

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses