Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kaltimra Suharto Dajbar

Hadapi COVID-19 dan Ramadan, Ini Persiapan Bulog Kaltimra

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com  –  Menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19) dan bulan ramadan ini, Bulog Kaltimra memastikan ketersedian  komoditi beras, gula pasir, dan minyak goreng .

Bulog juga telah meminta jajarannya di daerah-daerah kota kabupaten di Kaltimra untuk memantau dan melihat situasi riil akan kebutuhan pasar terutama pasokan barang di masyarakat.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Suharto Djabar menjelaskan  pihaknya akan mempersiapkan kebutuhan masyarakat ditengah situasi penyebaran covid dan kebutuhan Ramadan. Apalagi saat ini covid-19  di Balikpapan sudah ditetapkan zona merah. Dipastikan kebutuhan akan meningkat.

Dia menyebutkan untuk stok  beras cukup hingga 4-5 bulan kedepan dengan  jumlah 5000 ton.

“Beras ada 5000 ton tapi jumlah itu akan kita tambah lagi. Mei ini musim panen di Babulu. Disana sekitar 3000 ton itu bisa untuk 2-3 bulan. Bulog akan coba serap beras dari Babulu. Memang ada kekhawatiran di Babulu situasi kayak ini banyak yang cari barang disana,” katanya saat penyerahan sembako bagi gakin terdampak covid-19 di kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (22/4/2020).

Ditanya ketahanan pangan, menurutnya  Bulog jika stok mengalami kekurangan akan mengambil suplai dari daerah lain. Seperti gula setiap pecan sudah mulai masuk.

“Sekarang 300-400 ton. Minyak goreng kita banyak, itu sekitar 60 ribu liter sangat-sangat cukup. Ramadan ada peningkatan goreng menggoreng dan buka puasa,” tuturnya.

Begitupla dengan kebutuhan daging, menurutnya untuk daging  diupayakan ada meskipun stok saat ini berkurang apalagi impor daging dari India mengalami  karena situasi lockdown impor di India. Dia menilai masyarakat jika tidak mendapatkan daging bisa melakukan substitusi dengan daging ayam.

“Kita kerjasama peternak di Kukar, Samarinda, daging ayam. Kerbau ada tapi terbatas paling 10 ton tersedia kecil. Disini normal kebutuhan  kerbau sangat banyak dua bulan bisa 100 ton di Kaltimra. Apalagi sekarang Malaysia nunukan itu pertabtasan nggak boleh daging beras masuk, sehingga permintaan daging meningkat,” tukasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.