Indonesia Kembali Gagal Juara Dunia Bulu Tangkis, Puasa Gelar Kini Tujuh Tahun

Jonatan Christe bakal jadi andalan Indonesia di Thomas Cup / twitter PBSI
Jonatan Christe / twitter PBSI

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Penantian Indonesia untuk kembali merebut gelar juara dunia bulu tangkis belum berakhir. Tak satu pun dari 14 wakil Merah Putih yang tampil di BWF World Championships 2026 berhasil menembus final.

Kegagalan tersebut membuat puasa gelar juara dunia Indonesia kini genap tujuh tahun.

Terakhir kali Merah Putih berdiri di podium tertinggi Kejuaraan Dunia terjadi pada 2019 di Basel, Swiss. Saat itu, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara dunia.

Gelar tersebut merupakan mahkota dunia ketiga yang diraih Ahsan/Hendra sebagai pasangan, setelah sebelumnya berjaya pada 2013 dan 2015.

Kini, tujuh tahun berselang, Indonesia belum menemukan penerus The Daddies di panggung dunia.

14 Wakil Indonesia Gagal ke Final

Indonesia datang ke Kejuaraan Dunia 2026 di India dengan kekuatan 14 wakil yang tersebar di lima sektor.

Komposisinya terdiri dari dua tunggal putra, dua tunggal putri, tiga ganda putra, tiga ganda putri, dan empat ganda campuran.

Namun, tidak satu pun yang mampu menembus partai puncak.

Harapan terakhir Indonesia berada di sektor ganda campuran melalui Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Pasangan tersebut harus mengakui keunggulan ganda campuran nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, melalui pertarungan ketat tiga gim, 22-20, 14-21, 20-22.

Kekalahan itu sekaligus memastikan tidak ada wakil Indonesia di final.

Jonatan Christie Tumbang di 16 Besar

Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Jonatan Christie sebagai unggulan ketiga dan Alwi Farhan sebagai unggulan ke-11.

Namun, keduanya gagal melangkah hingga semifinal.

Jonatan harus tersingkir di babak 16 besar setelah dikalahkan wakil Denmark. Sementara Alwi Farhan terhenti di perempat final setelah kalah dari wakil Taiwan.

Hasil tersebut membuat Indonesia kembali gagal menghadirkan tunggal putra di semifinal Kejuaraan Dunia.

Tunggal Putri Juga Tak Berdaya

Situasi serupa terjadi di sektor tunggal putri.

Thalita Ramadhan Wiryawan langsung menghadapi ujian berat di babak 32 besar. Ia takluk dari tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young.

Sementara Putri Kusuma Wardani, yang berstatus unggulan keenam, mampu melangkah lebih jauh sebelum dihentikan wakil Denmark Line Christophersen di babak 16 besar.

Dengan demikian, sektor tunggal putri juga gagal menyumbangkan wakil ke semifinal.

Ganda Putra Kehilangan Tiga Wakil

Sektor ganda putra yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia juga gagal menyelamatkan Merah Putih.

Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, unggulan ke-12, tersingkir di babak 32 besar setelah dikalahkan pasangan Malaysia.

Kemudian Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, unggulan kesembilan, terhenti di babak 16 besar.

Sementara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menjadi unggulan kedua justru gagal melangkah lebih jauh dari perempat final setelah takluk dari pasangan Taiwan.

Kegagalan Fajar/Fikri menjadi pukulan tersendiri. Pasangan tersebut sebelumnya datang dengan modal positif setelah meraih dua gelar dalam dua turnamen besar sebelumnya.

Ganda Putri Juga Terhenti di Perempat Final

Indonesia juga menurunkan tiga pasangan di sektor ganda putri.

Dua pasangan yang berhasil mencapai perempat final adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.

Namun, keduanya gagal melanjutkan perjalanan ke semifinal setelah masing-masing ditaklukkan pasangan dari China dan Korea Selatan.

Satu pasangan lainnya juga gagal melangkah jauh sehingga sektor ganda putri kembali tanpa wakil di semifinal.

Puasa Gelar Indonesia Terus Berlanjut

Di sektor ganda campuran, selain Amri/Nita yang menjadi semifinalis, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja juga gagal melangkah jauh setelah tersingkir di babak 32 besar dari wakil Taiwan.

Kegagalan seluruh wakil Indonesia menembus final memperpanjang catatan pahit Merah Putih di Kejuaraan Dunia.

Tujuh tahun berlalu sejak Ahsan/Hendra terakhir mengangkat trofi juara dunia.

Indonesia masih memiliki tradisi panjang sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia. Namun, di tengah regenerasi dan persaingan yang semakin ketat, gelar juara dunia belum kembali ke Tanah Air.

Kini pertanyaan besarnya bukan lagi siapa yang mampu menyamai dominasi The Daddies, tetapi kapan Indonesia kembali memiliki juara dunia?

Kegagalan di India menjadi alarm serius. Sebab, jika tidak segera bangkit, penantian emas Kejuaraan Dunia bisa kembali bertambah panjang.

Penulis : Abraham Johan

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses