Daftar Lengkap Pelatih Super League 2026/2027: Hanya Satu Lokal

Fabio Lefundes / Liga Indonesia Baru
Fabio Lefundes / Liga Indonesia Baru

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Kompetisi Super League 2026/2027 menghadirkan fakta mencolok di sektor kepelatihan. Dari 18 tim peserta, hanya satu klub yang mempercayakan posisi pelatih kepala kepada pelatih lokal Indonesia.

Nama tersebut adalah Ade Suhendra, yang akan menangani Isenmulang Kalteng FC. Sementara 17 kursi pelatih lainnya ditempati juru taktik asing dari berbagai negara.

Komposisi ini memperlihatkan betapa kuatnya ketergantungan klub-klub Super League terhadap pelatih asing. Hampir seluruh tim memilih pengalaman dan rekam jejak pelatih mancanegara untuk menghadapi persaingan musim 2026/2027.

Daftar pelatih asing tersebut berasal dari berbagai negara, mulai dari Brasil, Spanyol, Portugal, Belanda, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, hingga Korea Selatan.

Beberapa nama yang cukup dikenal di sepak bola Indonesia antara lain Shin Tae-yong eks Timnas Indnesia yang kini menukngi Persija Jakarta, Fabio Lefundes di Jawa United FC, sebelumnya sukses membawa Borneo FC Samarinda runner up Super League musim 2025/2026

Lalu Darije Kalezic yang kembali ke PSM Makassar, Johnny Jansen musim ini tetap bertahan di Bali United, serta Ze Gomes di Madura United.

Ada pula pelatih seperti Igor Tolic yang sebelumnya asisten Bojan Hodak di Persib Bandung. Tugasnya tidak mudah, karena harus mempertahankan trophy Super League yang diraih tiga musim berturut-turut bersama Bojan

Kemudian wajah baru, Mauro Jeronima di Borneo FC Samarinda, Bernardo Tavares yang sukses bersama PSM Makassar, dengan gelar Super League, kini membesut Persebaya Surabaya, dan Carlos Pena yang bertahan di Persita Tangerang.

Hanya Satu Pelatih Lokal

Dominasi asing menjadi sorotan karena dari 18 pelatih kepala yang tercatat untuk musim 2026/2027, hanya Ade Suhendra yang merupakan pelatih lokal.

Artinya, sekitar 94,4 persen posisi pelatih kepala di Super League ditempati pelatih asing, sementara pelatih Indonesia hanya mendapatkan porsi sekitar 5,6 persen.

Fenomena ini sekaligus menjadi pertanyaan besar bagi perkembangan kualitas pelatih lokal. Di satu sisi, kehadiran pelatih asing dapat membawa metode latihan, pengalaman kompetisi, dan pendekatan taktik yang lebih beragam.

Namun di sisi lain, minimnya kesempatan bagi pelatih Indonesia di kasta tertinggi membuat regenerasi pelatih lokal menghadapi tantangan serius.

Super League 2026/2027 akhirnya bukan hanya menjadi panggung pertarungan pemain dan klub, tetapi juga menjadi cermin bagaimana klub-klub Indonesia masih lebih percaya kepada pelatih asing dibandingkan produk kepelatihan dalam negeri.

Kondisi ini sebenarnya sama dengan musim 2025/2026, ketika itu hanya Malud United FC (Jawa United FC) yang di arseteki Hendri Susilo, dan kini justru menukangi Barito Putera di Championship musim ini

Pertanyaannya kini bukan sekadar siapa yang akan menjadi juara, tetapi kapan pelatih lokal kembali mendapatkan kepercayaan untuk menjadi aktor utama di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia?

Penulis : Abraham Johan

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses