Gubernur Kaltim Tekankan Integritas ASN: Pelayanan Publik Harus Makin Cepat dan Transparan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan penghargaan Satyalancana Karya Satya bukan sekadar bentuk apresiasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi harus menjadi pengingat bahwa masa pengabdian panjang wajib diikuti peningkatan integritas dan kualitas pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Rudy saat menganugerahkan Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya XXX, XX, dan X Tahun kepada ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (14/8/2026).
Penganugerahan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Rudy menilai pengabdian ASN selama 10, 20 hingga 30 tahun merupakan perjalanan panjang dalam menjalankan pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang telah melakukan pengabdian selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rudy, dikutip dari laman Pemprov.
Rudy: Pengabdian ASN Jangan Berhenti di Masa Kerja
Rudy menekankan pengalaman ASN senior tidak boleh berhenti sebagai catatan masa kerja. Pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh harus diwariskan kepada generasi ASN yang lebih muda.
Menurutnya, proses tersebut penting untuk memastikan kualitas birokrasi Kaltim terus berkembang dan tidak kehilangan pengalaman yang telah dibangun selama puluhan tahun.
“Kompetensi yang kita miliki harus disertai dengan semangat dan energi pengabdian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan ASN agar menjadikan kejujuran, disiplin, profesionalisme dan integritas sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Bagi Rudy, mengisi kemerdekaan bukan hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Tuntutan Publik Makin Tinggi
Rudy menyoroti tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang terus meningkat.
Karena itu, birokrasi Pemprov Kaltim dituntut beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan dan responsif.
“ASN Kalimantan Timur harus mampu menjawab tantangan perubahan hari ini dan masa yang akan datang. Integritas harus menjadi landasan profesionalisme, cara kerja, sekaligus pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi sorotan penting di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kaltim.
Pekerjaan Kecil ASN Tetap Berdampak Besar
Rudy meminta ASN tidak meremehkan pekerjaan sehari-hari, meskipun terlihat sederhana.
Menurutnya, setiap dokumen yang diselesaikan, perbaikan yang dilakukan, hingga persoalan masyarakat yang berhasil dituntaskan merupakan bagian dari pengabdian kepada negara.
“Jangan pernah merasa pekerjaan kita kecil. Setiap pekerjaan yang kita lakukan dengan integritas dan profesionalisme merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan masyarakat,” ujarnya.
Satyalancana Jadi Pemicu Kinerja ASN
Dalam kegiatan tersebut, Rudy Mas’ud didampingi Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, serta pimpinan instansi vertikal dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim.
Rudy secara simbolis menyematkan dan menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada perwakilan penerima.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pemicu bagi ASN untuk meningkatkan kinerja, kompetensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat kepada seluruh penerima Satyalancana Karya Satya. Semoga penghargaan ini menjadi pendorong untuk terus meningkatkan pengabdian dan memberikan karya terbaik bagi Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
