Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh saat menyampaikan konfrensi pers

Ini Hasil Rapid Test Sekretariat dan Anggota DPRD Balikpapan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Balikpapan dan 72 aparatur sipil negara (ASN) maupun non ASN dilingkungan Sekretariat DPRD Kota Balikpapan telah menjalani rapid test.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan, dari hasil rapid test yang diterima dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) menyebutkan,ada  4 anggota dewan, 2 ASN maupun 3 non ASB yang hasilnya reaktif.

Namun kata Abdulloh, mereka yang hasil rapid testnya menunjukkan reaktif tidak serta merta menunjukkan bahwa  bersangkutan telah terinveksi covid-19. Karena masih harus menjalani uji swab dengan PCR.

“Ini reaktif  bukan secara otomatis positif corona (covid-19), karena masih dilanjutkan tes selanjutnya. Jadi jangan menjustice yang reaktif adalah positif Corona,” ujar Andulloh saat konfrensi pers, Jumat (15/05)

Menurutnya, jika pun positif, bukan aib bagi yang bersangkutan, sehingga tak perlu ditakut. Ikuti semua anjuran medis. “Hadapi dengan senyum jalani sesuai prosedur dan anjuran dokter diterapkan di seluruh Indonesia,”imbuhnya.

Dia juga meminta media untuk memberitakan menyangkut covid-19 harus berdasarkan kode etik. Apalagi ada imbauan Dewan Pers bagi jurnalis yang melaksanakan kegiatan peliputan virus corona tetap berpegang pada  kode etik jurnalistik.

“Kami sepakat untuk mengatasi bersama tolong masyarakat terbuka dan ikuti anjuran Pemerintah dan membuka diri, tidak perlu mengurung diri,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai wakil rakyat,  DPRD tugasnya berhadapan dengan masyarakat. Karena juga telah membentuk Pansus Covid-19. “Kami tau persis kondisi di lapangan karena kami setiap hari bersentuhan dengan masyarakat di lapangan, membagikan nasi, mengawasi covid 19 ini,” tuturnya.

Comments

comments

Baca juga ini :  Bertambah 11 Kasus Positif baru di Balikpapan, Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Sebanyak 409 Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.