Film Pesta Babi Ramai Diburu, Begini Cara Nonton Bareng Dokumenter dari Watchdoc

Poster film dokumenter Pesta Babi. (Foto: YouTube)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Film dokumenter Pesta Babi mendadak ramai dibicarakan publik setelah pemutarannya dibubarkan di sejumlah kampus. Di tengah kontroversi itu, banyak masyarakat mulai mencari cara menonton film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut.

Berbeda dengan film pada umumnya, Pesta Babi tidak tayang di bioskop maupun platform streaming resmi. Dokumenter itu hanya diputar melalui agenda nonton bareng (nobar) yang diselenggarakan komunitas atau kelompok tertentu.

Informasi terkait mekanisme pemutaran dibagikan melalui akun media sosial penyelenggara, termasuk akun Instagram @idbaruid.

Dalam unggahannya, penyelenggara menyebut tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menggelar nobar film tersebut di berbagai daerah.

“Terima kasih atas antusiasme kamu jadi penyelenggara nobar Pesta Babi. Seluruh pendaftaran nobar sedang kami follow up,” tulis akun tersebut.

Nobar Minimal 10 Orang dan Dilarang Sebar Rekaman

Dikutip dari akun @idbaruidm, masyarakat yang ingin mengadakan pemutaran mandiri diminta mendaftarkan diri melalui tautan yang telah disediakan penyelenggara.

Namun, ada sejumlah aturan yang wajib dipatuhi peserta maupun penyelenggara nobar.

Salah satu syarat utama, pemutaran harus diikuti minimal 10 orang. Selain itu, seluruh peserta dilarang merekam, menyebarkan, maupun mendistribusikan ulang isi film dalam bentuk apa pun.

Aturan tersebut disebut dibuat untuk menjaga keamanan distribusi konten dokumenter tersebut.

Penyelenggara juga diwajibkan mengirim dokumentasi kegiatan setelah acara berlangsung dan mengunggahnya ke media sosial menggunakan tagar #papuabukantanahkosong.

Film Pesta Babi Angkat Konflik Tanah dan Papua

Film Pesta Babi mengangkat perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur mereka dari ekspansi proyek besar yang dikaitkan dengan ketahanan pangan dan transisi energi.

Dokumenter itu menyoroti dampak pembukaan lahan skala besar, persoalan lingkungan, hingga isu hak masyarakat adat dan militerisasi di Papua.

Konten yang dinilai sensitif membuat film tersebut menuai pro dan kontra di sejumlah daerah.

Sebelumnya, pemutaran Pesta Babi sempat dibubarkan di lingkungan Universitas Mataram (Unram). Peristiwa itu memicu protes mahasiswa dan menjadi viral di media sosial.

Meski akses penayangannya terbatas, film ini justru semakin ramai diperbincangkan publik dan memicu diskusi luas mengenai isu lingkungan, hak adat, dan kondisi sosial di Papua.***

Komentar (1)

    li class="comment even thread-even depth-1" id="comment- 52080">
    m.zubat
    2 hari lalu

    nonton

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses