Investasi Kuartal II 2026 Tembus Rp511,8 Triliun, Serap 742 Ribu Tenaga Kerja

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/07/2026) usai diterima Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/07/2026) usai diterima Presiden Prabowo Subianto. (foto Setneg)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Realisasi investasi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di balik capaian tersebut, terjadi pergeseran besar dalam peta investasi nasional, di mana Hong Kong untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir menjadi investor terbesar Indonesia, menggeser dominasi Singapura.

Capaian tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani usai melaporkan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Rosan, realisasi investasi sebesar Rp511,8 triliun setara dengan 25,1 persen dari target investasi nasional 2026 dan berhasil menyerap 742.293 tenaga kerja, meningkat 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hong Kong Geser Singapura

Rosan mengungkapkan, kuartal II 2026 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Hong Kong menempati posisi sebagai sumber investasi asing terbesar di Indonesia.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih agresif melalui Hong Kong, sehingga tempat pertama dari investasi di kuartal kedua ini ditempatkan oleh Hong Kong dengan 5 miliar dolar AS,” kata Rosan, dikutip dari laman Setneg.

Lima negara dengan investasi terbesar pada kuartal II 2026 yakni:

  • Hong Kong: US$5 miliar
  • Singapura: US$4,2 miliar
  • Tiongkok: US$1,7 miliar
  • Jepang: US$900 juta
  • Malaysia: US$700 juta

Meski demikian, secara kumulatif semester I 2026, Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia.

Investor Asing Masih Percaya Indonesia

Rosan menegaskan, komitmen investasi jangka panjang dari negara-negara mitra utama tetap kuat.

Menurutnya, investor dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya masih menilai Indonesia sebagai tujuan investasi yang menjanjikan.

“Long term commitment dari China, Jepang maupun Korea masih sangat kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepercayaan investor didorong oleh membaiknya iklim investasi, termasuk penyederhanaan perizinan dan meningkatnya kepastian hukum bagi pelaku usaha.

PMA dan PMDN Hampir Berimbang

Dari total investasi Rp511,8 triliun pada kuartal II 2026, komposisinya relatif seimbang:

  • Penanaman Modal Asing (PMA): 50,4 persen
  • Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): 49,6 persen

Sementara dari sisi wilayah, investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa juga hampir seimbang, menunjukkan pemerataan investasi mulai berjalan.

Maluku Utara Pimpin Investasi Asing

Untuk investasi asing (PMA), Maluku Utara menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar mencapai Rp39,5 triliun, diikuti:

  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Jawa Timur

Sedangkan untuk PMDN, DKI Jakarta masih menjadi daerah dengan investasi domestik terbesar senilai Rp58,6 triliun, disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

Industri Logam Masih Jadi Primadona

Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp81 triliun atau sekitar 15,8 persen dari total investasi kuartal II.

Sektor lainnya yang mendominasi yakni:

  • Transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi: Rp57,3 triliun
  • Pertambangan: Rp53,1 triliun
  • Jasa lainnya
  • Perdagangan dan reparasi: Rp40,8 triliun

Pemerintah optimistis tren investasi akan terus meningkat seiring perbaikan iklim usaha, kepastian regulasi, serta pemerataan investasi ke berbagai daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses