Harga TBS Sawit Kaltim Naik Lagi, Tembus Rp3.477/Kg
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Kabar menggembirakan datang bagi pekebun kelapa sawit di Kalimantan Timur. Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) produksi petani mitra kembali mengalami kenaikan pada periode 1–15 Juli 2026, seiring menguatnya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar global.
Kenaikan ini membuka peluang bagi petani, khususnya petani plasma, untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi di tengah meningkatnya permintaan komoditas sawit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan kenaikan harga TBS dipicu oleh tren positif harga CPO dan kernel di pasar internasional.
“Harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp14.938,62 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp12.603,14 per kilogram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026), dikutip dari laman Pemprov.
Harga TBS Tertinggi Capai Rp3.477 per Kilogram
Berdasarkan hasil penetapan tim penetapan harga TBS, tanaman sawit berumur 10 hingga 20 tahun kembali mencatat harga tertinggi, yakni Rp3.477,55 per kilogram.
Berikut daftar harga TBS sawit Kalimantan Timur periode 1–15 Juli 2026:
- Umur 3 tahun: Rp3.053,46/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.150,84/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.238,17/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.309,06/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.356,77/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.410,94/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.452,82/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.477,55/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.426,62/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.357,23/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.282,28/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.244,92/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.214,22/kg
Berlaku untuk Petani Mitra dan Plasma
Muzakkir menjelaskan harga tersebut merupakan standar pembelian TBS bagi pekebun yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS), terutama petani plasma di Kalimantan Timur.
Menurutnya, pola kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Dengan adanya harga acuan resmi, petani diharapkan tidak lagi dirugikan oleh praktik permainan harga yang dilakukan tengkulak.
“Pola kemitraan diharapkan mampu menjaga stabilitas harga TBS sehingga petani memperoleh harga yang lebih adil dan kesejahteraannya terus meningkat,” ujarnya.
Kenaikan harga TBS ini menjadi angin segar bagi ribuan pekebun sawit di Kalimantan Timur, terutama di tengah tren positif harga CPO dunia yang masih berpotensi menopang harga jual hasil panen dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
