Iuran HUT RI di Lingkungan RT Jadi Sorotan, Bagus Susetyo: Jangan Membebani Warga

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Ramainya pemberitaan mengenai penarikan iuran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah lingkungan rukun tetangga (RT) di Kota Balikpapan mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.

Menurut Bagus, peringatan 17 Agustus seharusnya menjadi momentum yang menghadirkan kegembiraan, semangat kebersamaan, dan optimisme masyarakat, bukan justru menimbulkan beban ekonomi bagi warga.

“Perayaan kemerdekaan harus kita hadapi dengan ceria, gembira, dan penuh optimisme. Jangan sampai kegiatan yang dilakukan justru membebani masyarakat,” kata Bagus saat dimintai tanggapan terkait polemik iuran perayaan HUT RI, Kamis (13/8/2026).

Ia menegaskan, jika RT ingin menggelar berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi warga setempat. Bagus menilai, semangat gotong royong harus lebih dikedepankan dibandingkan menetapkan nominal iuran yang bersifat wajib.

Menurutnya, warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dapat memberikan kontribusi lebih besar. Sementara warga yang kondisi ekonominya terbatas tetap bisa berpartisipasi melalui tenaga, pikiran, maupun bentuk dukungan lainnya.

“Jangan ditarget harus membayar sekian. Sistemnya lebih kepada gotong royong dan kebersamaan. Yang memiliki kelonggaran ekonomi bisa membantu lebih, sementara yang tidak mampu tetap bisa berkontribusi melalui tenaga atau pemikiran,” ujarnya.

Bagus menjelaskan, peringatan kemerdekaan memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang mengorbankan tenaga, harta, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, kegiatan peringatan HUT RI juga diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat, seperti kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat saling membantu antarwarga.

“Yang terpenting adalah semangat gotong royong dan kebersamaan. Jangan sampai ada warga yang merasa terbebani hanya karena tidak mampu membayar iuran dalam jumlah tertentu,” katanya.

Menanggapi adanya laporan iuran yang nilainya mencapai ratusan ribu rupiah, Bagus menyatakan hal tersebut sebaiknya tidak dipaksakan. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.

“Kita tahu kondisi sekarang tidak mudah. Dunia usaha juga sedang menghadapi tantangan dan pertumbuhan ekonomi melambat. Karena itu, jangan sampai kegiatan perayaan justru mengurangi pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Bagus berharap kegiatan peringatan kemerdekaan dapat dirancang secara kreatif dan produktif, bahkan bila memungkinkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan yang telah disepakati melalui musyawarah warga dan rapat RT tetap harus dihormati. Karena itu, evaluasi dapat dilakukan secara bersama apabila muncul keberatan dari masyarakat.

“RT memiliki mekanisme musyawarah. Kalau sudah menjadi keputusan bersama, tentu harus dihargai. Namun yang paling penting, semangatnya tetap kebersamaan, bukan paksaan,” tutupnya.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses