HPI Kaltim Audiensi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Peran Psikologi dalam Pembangunan Kota
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pengurus Wilayah Kalimantan Timur Himpunan Psikologi Indonesia (HPI) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Balikpapan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara organisasi profesi psikologi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek manusia dan kesehatan sosial masyarakat.
Audiensi tersebut diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty. Dalam pertemuan itu, jajaran HPI Kaltim menyampaikan sejumlah gagasan terkait kontribusi psikologi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam lingkungan pendidikan, keluarga, dunia kerja, pelayanan publik, hingga penguatan ketahanan sosial.
Andi Sri Juliarty menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, keberadaan organisasi profesi seperti HPI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memahami berbagai persoalan masyarakat dari perspektif psikologis.
“Pembangunan kota pada akhirnya adalah pembangunan manusia. Karena itu, aspek psikologis masyarakat juga perlu mendapat perhatian,” ujar Andi Sri Juliarty dalam pertemuan tersebut.
Ia menilai kolaborasi pemerintah dengan para profesional psikologi dapat memberikan manfaat dalam merancang program yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Terlebih, perkembangan kota dan dinamika kehidupan masyarakat turut menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab berbagai persoalan sosial. Dibutuhkan keterlibatan akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya masyarakat yang sehat secara sosial dan psikologis.
Audiensi HPI Kaltim juga dinilai sejalan dengan kebutuhan Balikpapan sebagai kota yang terus berkembang dan memiliki posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk perlu diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat berkembang menjadi program bersama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bagi Andi, membangun kota bukan semata tentang menghadirkan gedung, jalan, dan fasilitas publik. Lebih jauh, pembangunan harus mampu menciptakan ruang kehidupan yang membuat masyarakat merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang.
Sebab, kota yang baik bukan hanya tempat manusia tinggal, melainkan tempat manusia merasa memiliki harapan. Dan seperti pesan sederhana yang sering menjadi pengingat dalam kehidupan, cinta kepada sesama dapat diwujudkan melalui kepedulian—mendengar, memahami, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
