Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan Didorong Jadi Jembatan Kerukunan di Era IKN

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat Balikpapan menghadapi dinamika masyarakat yang semakin beragam. Mobilitas penduduk dari berbagai daerah diperkirakan mempertemukan lebih banyak latar belakang di kota ini. Dalam situasi tersebut, Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) didorong mengambil peran lebih besar menjaga kerukunan.

Pesan itu Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus FKPB periode 2026–2031 di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Rahmad, Balikpapan sejak lama menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang. Keberagaman tersebut justru menjadi modal sosial yang perlu dipelihara ketika kota terus berkembang.

“Keberagaman ini bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar yang harus terus kita rawat dan pelihara bersama,” kata Rahmad dalam sambutannya.

Perkembangan IKN, kata Rahmad, turut membawa konsekuensi terhadap dinamika kependudukan. Pertemuan antara masyarakat pendatang dan warga lokal membutuhkan ruang komunikasi agar perubahan tidak berkembang menjadi persoalan sosial.

Karena itu, FKPB diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya berbagai paguyuban. Forum tersebut juga didorong menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan masyarakat.

Rahmad meminta kepengurusan FKPB yang baru dilantik menyusun program yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Kegiatan sosial, budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan nilai kebangsaan dinilai dapat menjadi ruang kontribusi FKPB.

Kolaborasi

Pemerintah Kota Balikpapan juga membuka ruang kolaborasi dengan FKPB dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Sinergi tersebut diarahkan untuk menjaga Balikpapan tetap menjadi kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rahmad mengajak seluruh paguyuban yang tergabung dalam FKPB menjadi bagian dari upaya menjaga toleransi dan gotong royong. Perbedaan, menurutnya, harus diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

“Kebersamaan adalah kunci utama dalam menjaga Balikpapan tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujarnya.

Selain persoalan kerukunan, Rahmad dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan masyarakat menghadapi potensi El Nino dengan meningkatkan kewaspadaan dan menghemat penggunaan air bersih.

Pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 300.2.1/1059/E/SETDA sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang.

Bagi Balikpapan, perkembangan IKN bukan hanya soal pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Perubahan demografi juga membutuhkan kesiapan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan latar belakang yang semakin beragam.

Di titik inilah FKPB memiliki ruang untuk berkontribusi: menjadi penghubung antarkelompok masyarakat sekaligus menjaga agar keberagaman tetap menjadi kekuatan Balikpapan.***

Penulis: Samsul

Editor: Donny M.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses