Kaltim Krisis 1.500 Dokter! Kadinkes Desak Putra Daerah Pulang Kampung untuk Kejar Rasio Ideal
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Kalimantan Timur saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait pemenuhan fasilitas kesehatan dasar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkap bahwa Benua Etam masih kekurangan sekitar 1.500 tenaga dokter untuk mencapai rasio pelayanan ideal bagi seluruh penduduk.
Pemerataan Medis: Panggil Pulang Dokter Asal Kaltim
Pernyataan tersebut disampaikan Jaya Mualimin saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kaltim yang digelar di Balikpapan, Sabtu (16/5/2026). Untuk mengejar rasio ideal satu dokter per 1.000 penduduk, pemerintah daerah menginisiasi gerakan jemput bola bagi tenaga medis lokal.
“Kita berharap putra-putri daerah yang saat ini sedang menempuh pendidikan kedokteran di luar Kaltim bisa kembali dan mengabdi di wilayahnya masing-masing. Ini langkah krusial agar kebutuhan tenaga dokter dapat terpenuhi secara merata hingga ke pelosok,” tegas Jaya.
Selain kuantitas, Dinkes Kaltim juga membidik penguatan kompetensi spesifik. Setidaknya ada 24 kompetensi layanan kesehatan, mulai dari layanan dasar hingga spesialis, yang harus segera dipenuhi guna menghadirkan pelayanan medis yang komprehensif di era penyangga IKN ini.
Angka Harapan Hidup Kaltim Naik Menjadi 75,38 Tahun
Di tengah defisit ribuan tenaga medis, Jaya memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus IDI Kaltim periode sebelumnya. Kerja keras para dokter di lapangan terbukti sukses memperbaiki indikator makro kesehatan daerah, salah satunya mendongkrak usia harapan hidup warga Kaltim.
“Usia harapan hidup di Kalimantan Timur mengalami tren positif, meningkat dari 74,93 tahun menjadi 75,38 tahun. Capaian ini tidak lepas dari kontribusi nyata para dokter dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta kasus fatalitas lainnya,” jelasnya.
Muswil IDI: Soroti Isu Obesitas Lewat Fun Walk
Muswil IDI Kaltim merupakan agenda wajib empat tahunan untuk meregenerasi kepengurusan dan mengevaluasi program kerja. Menariknya, selain agenda internal, IDI Kaltim turut menggandeng masyarakat umum untuk memerangi penyakit tidak menular melalui kampanye gaya hidup sehat.
“Tema mengenai obesitas ini harus menjadi perhatian bersama. Kemarin sudah dilaksanakan seminar kesehatan, hari ini musyawarah wilayah, dan besok akan ditutup dengan kegiatan fun walk sebagai ajakan nyata kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” pungkas Jaya.
BACA JUGA
