Kapasitas Air Balikpapan Masih Defisit, PTMB Bidik Tambahan 2.000 Liter per Detik

Dirut PTMB Yudhi Saharuddin

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Kota Balikpapan di tengah pertumbuhan penduduk dan geliat pembangunan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Saat ini, produksi air bersih Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) baru berada di kisaran 1.500 liter per detik. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal kota yang diperkirakan mencapai sekitar 3.000 liter per detik.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, kondisi tersebut membuat penambahan sumber air baku menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu yang tengah didorong adalah pemanfaatan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku Semoi.

PTMB telah memperoleh izin pemanfaatan air sebesar 1.000 liter per detik dari sumber tersebut. Namun, air itu belum dapat langsung dialirkan ke Balikpapan karena masih membutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Kalau 1.000 liter per detik itu bisa dilaksanakan segera, mungkin tahun 2029 sudah bisa mengalir air di Balikpapan tambahan 1.000 liter per detik,” kata Yudhi, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, tambahan 1.000 liter per detik dari Sepaku Semoi akan cukup membantu memperkuat pasokan, tetapi belum menyelesaikan seluruh persoalan kebutuhan air Balikpapan.

Secara Lebih Optimal

PTMB menghitung kota membutuhkan kapasitas produksi sekitar 3.000 liter per detik agar pelayanan air bersih dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Kalau misalnya Balikpapan ini kita tambah lagi sekitar 2.000 liter per detik, saya rasa kita bisa melayani masyarakat kita 100 persen,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan kapasitas produksi air Balikpapan dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.

Yudhi menyebut produksi air bersih di Samarinda saat ini mencapai sekitar 4.000 liter per detik. Sementara Kutai Kartanegara memiliki kapasitas sekitar 2.250 liter per detik.

“Memang kita ketinggalan jauh dari sumber air bakunya,” katanya.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, PTMB tidak hanya mengandalkan Sepaku Semoi. Embung Aji Raden juga masuk dalam rencana pengembangan sumber air baku Balikpapan.

Selain itu, opsi desalinasi turut dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang. Diversifikasi sumber air dinilai penting agar Balikpapan tidak terlalu bergantung pada sumber air baku yang kapasitasnya terbatas.

Skema Kerja Sama

Saat ini, PTMB juga telah mengevaluasi studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) terkait proyek Sepaku Semoi. Tahapan berikutnya berkaitan dengan skema kerja sama serta pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar.

Yudhi mengatakan pihaknya tengah mendorong dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur air bersih tidak seharusnya hanya dibebankan kepada perusahaan daerah.

“Kita lagi mendorong supaya kita dapat bantuan atau perhatian dari pusat untuk infrastruktur air di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Posisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN membuat kebutuhan tersebut semakin strategis. Pertumbuhan aktivitas di kawasan IKN berpotensi ikut meningkatkan kebutuhan layanan dasar, termasuk air bersih, di Balikpapan.

Karena itu, PTMB dalam waktu dekat akan mengajukan permohonan dukungan pembangunan infrastruktur air bersih kepada pemerintah pusat.

Target tambahan 1.000 liter per detik dari Sepaku Semoi pada 2029 menjadi salah satu tahapan penting. Namun, PTMB masih membutuhkan tambahan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik lagi untuk mencapai kebutuhan ideal kota.

Dengan demikian, tantangan Balikpapan bukan hanya memastikan air tersedia, tetapi juga mengejar ketertinggalan kapasitas produksi agar pertumbuhan kota dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan beriringan.***

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses