El Nino Tekan Debit Air, PTMB Siapkan Tiga Terminal Tangki untuk Balikpapan

Dirut PTMB Balikpapan Yudhi Saharuddin

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi penurunan debit air baku akibat fenomena El Nino yang masih melanda wilayah Kalimantan Timur.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap layanan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Yudhi, penurunan debit air tidak hanya terjadi di sumber air baku Balikpapan, tetapi juga terjadi di sejumlah sungai di Kalimantan Timur.

“Semua sungai di Kalimantan Timur sudah mengalami penurunan debit air,” kata Yudhi, Jumat (4/9/2026).

Kondisi itu membuat PTMB harus melakukan penyesuaian pemanfaatan sumber air. Untuk Waduk Manggar, misalnya, debit yang dimanfaatkan diturunkan menjadi sekitar 900 liter per detik dari sebelumnya 1.150 liter per detik. Sementara pemanfaatan sumber air di Teritip juga diminta dikurangi hingga 50 persen.

Yudhi mengatakan, penurunan debit tersebut tidak terlepas dari kondisi cuaca yang masih kering. Ia berharap hujan segera turun sehingga tekanan terhadap sumber air baku dapat berkurang.

“Kita tahu bersama bahwa saat ini El Nino. Mudah-mudahan tidak sampai akhir tahun. BMKG menyampaikan sampai Oktober, mudah-mudahan sudah ada hujan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi air bersih, PTMB bersama Pemerintah Kota Balikpapan akan membahas penentuan titik terminal tangki air. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung bersama Sekretaris Daerah Kota Balikpapan.

Sedikitnya terdapat tiga lokasi yang disiapkan untuk mendukung distribusi air menggunakan tangki. Terminal tangki di Kampung Damai akan melayani kawasan Balikpapan Timur dan Selatan. Kemudian terminal di Kilometer 12 disiapkan untuk mendukung wilayah Balikpapan Utara.

Sementara satu terminal lainnya di kawasan Barat akan difokuskan melayani wilayah Balikpapan Barat.

“Kita akan pastikan semua ketersediaan airnya dan juga memastikan aturan serta perundang-undangan untuk pemanfaatan sumber air bakunya,” kata Yudhi.

Ia meminta masyarakat memahami kondisi tersebut apabila dalam beberapa bulan ke depan masih terjadi gangguan layanan air bersih di sejumlah wilayah.

Kebutuhan Air Bersih

Menurut Yudhi, persoalan ketersediaan air Balikpapan sebenarnya sudah menjadi tantangan sebelum El Nino terjadi. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat membuat kebutuhan air bersih semakin besar, sementara kapasitas sumber air baku masih terbatas.

Sebagai perbandingan, Yudhi menyebut kapasitas air yang tersedia di Balikpapan masih jauh di bawah Samarinda. Kondisi ini semakin terasa ketika debit sungai dan sumber air menurun akibat kemarau panjang.

PTMB, kata dia, akan terus mengoptimalkan sumber air yang tersedia, termasuk sumur dan bendungan, untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, PTMB juga terus mendukung kegiatan sosial yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, salah satunya aksi bersih pantai bersama Enable Project.

Yudhi menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga ekosistem lingkungan, terutama karena PTMB memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Kegiatan kecil, tetapi pasti akan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, PTMB juga menyerahkan drum dan ember yang dapat digunakan masyarakat untuk menampung air maupun sampah di sekitar kawasan pantai.

Yudhi berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketersediaan sumber daya air bagi kehidupan masyarakat Balikpapan.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses