Covid-19 / Ilustrasi
Covid-19 / Ilustrasi

Kemenkes Perikarakan akan Terjadi Lonjakkan Tinggi Kasus Omicron Hingga Tiga Pekan Kedepan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan, Indonesia akan menghadapi lonjakkan kasus covid-19 akibat varian Omicron dalam 2 hingga 3 minggu kedepan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat untuk waspada. Karena penularan Omicron sangat cepat, meskipun kebanyakyang tertular tanpa gejala  

“Kami berharap masyarakat dapat benar-benar waspada dan mengetahui kondisi ini dengan baik, bahwa penularan dari varian Omicron ini lebih cepat daripada varian of concern COVID-19 yang lain, namun kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah,” ujarnya

“Sehingga rumah sakit sebaiknya digunakan oleh pasien yang benar-benar membutuhkan, yaitu mereka yang memiliki gejala sedang hingga kritis,”

Kemenkes kembali menghimbau masyarakat yang terpapar, namun tidak bergejala atau hanya gejala ringan, cukup melakukan isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat dengan memanfaatkan layanan telemedisin jika tersedia atau dapat melapor ke Puskesmas terdekat.

“Bagi masyarakat yang terpapar namun gejalanya ringan, seperti batuk, pilek, atau demam, saturasi oksigen masih diatas 95%, sebaiknya isoman di rumah atau isoter saja,” ujarnya.

“Apalagi jika tidak ada komorbid berat atau bukan lansia. Jika masyarakat yang terpapar menjalankan himbauan ini, sesuai dengan aturan Kemenkes, angka keterisian rumah sakit kita bisa berkurang hingga 60-70%,”

Masyarakat terus diimbau dan diingatkan agar sadar akan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya untuk menekan angka penularan.

“Upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah kembali menekan jumlah kasus dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan membatasi mobilitas masyarakat,” ujarnya.

“Cakupan vaksinasi dosis lengkap, terutama untuk lansia dan anak-anak, juga harus terus dikejar berbarengan dengan dosis vaksin booster untuk memperkuat imunitas kelompok.”

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.