Legenda Inggris Beberkan Kunci Agar The Three Lions Lolos Final Piala Dunia, Singgung Nama Messi

Inggris Ghana
TImnas Inggris saat mendapat sesi pengarahan dari coach di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA Website)

ATLANTA, inibalikpapan.com– Legenda Inggris Teddy Sheringham menilai tim asuhan Thomas Tuchel harus menyamai semangat dan determinasi Argentina jika ingin lolos ke final Piala Dunia 2026. Menurut mantan striker Manchester United itu, duel melawan La Albiceleste selalu sarat emosi dan sejarah yang tidak boleh diabaikan.

Sheringham merupakan salah satu dari sedikit pemain Inggris yang pernah merasakan dua sisi rivalitas melawan Argentina di Piala Dunia.

Ia berada di skuad Inggris saat kalah lewat adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis, lalu ikut merasakan kemenangan 1-0 atas Argentina pada fase grup Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.

Namun, satu momen setelah kekalahan pada 1998 masih membekas kuat dalam ingatannya. “Kedua bus tim diparkir hanya sekitar 10 yard. Setelah keluar dari ruang ganti, para pemain Argentina sudah berada di dalam bus sambil bernyanyi, menari, memukul-mukul kaca, mengibarkan jersey mereka. Mereka benar-benar menikmati momen berhasil mengalahkan Inggris dan menyingkirkan kami dari Piala Dunia,” kata Sheringham kepada FIFA.

“Itu masih sangat jelas dalam ingatan saya, dan saya yakin juga di benak semua pemain yang ada saat itu.”

Inggris-Argentina Punya Sejarah Panjang

Menjelang semifinal Piala Dunia 2026, Sheringham mengatakan Inggris harus siap menghadapi gairah yang selalu dibawa Argentina setiap kali kedua negara bertemu.

“Setiap kali menghadapi Argentina di laga besar, selalu ada sejarah panjang yang ikut terbawa. Ada rivalitas dan gesekan yang sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujarnya.

“Kami harus menemukan motivasi yang bisa menyamai hasrat mereka untuk menang. Kami juga harus memiliki keinginan yang sama besarnya jika ingin lolos ke final.”

Sheringham juga kembali mengenang kartu merah David Beckham pada 1998 yang menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Inggris.

“Tidak ada yang bisa menghiburnya. Dia benar-benar hancur. Dia tahu semua kesalahan akan diarahkan kepadanya,” kenangnya.

“Selama sekitar enam bulan, setiap kali kami bermain bersama Manchester United, dia selalu mendapat cemoohan setiap kali menyentuh bola. Situasinya benar-benar luar biasa.”

Menurut Sheringham, hanya pemain dengan mental sekuat Beckham yang mampu bangkit dari tekanan tersebut hingga akhirnya menjadi pahlawan saat mencetak gol penalti kemenangan Inggris atas Argentina pada Piala Dunia 2002.

“Empat tahun kemudian, Beckham justru menjadi pahlawan nasional. Luar biasa bagaimana sepak bola bisa berubah. Kami semua ikut bahagia saat dia mencetak gol penalti itu.”

Sheringham juga mengingatkan lini depan Inggris agar bersiap menghadapi permainan keras para bek Argentina.

“Bek-bek Amerika Selatan itu benar-benar keras. Mereka bahkan akan menendang nenek mereka sendiri kalau itu bisa mencegah lawan mencetak gol,” katanya sambil bercanda.

“Menghentikan lawan adalah segalanya bagi mereka. Inggris harus siap menghadapi apa pun yang akan dilakukan Argentina.”

Singgung Harry Kane dan Messi

Meski demikian, Sheringham optimistis Harry Kane mampu memimpin Inggris menuju final Piala Dunia pertama sejak 1966.

“Harry adalah pemimpin sejati. Dia pemain yang komplet, profesional, kapten yang memberi contoh, dan menurut saya dia adalah striker terbaik di dunia.”

Di sisi lain, ia mengakui ancaman terbesar tetap datang dari Lionel Messi.

“Mereka punya nomor 10 yang lumayan berbahaya,” ujarnya sambil bercanda.

“Messi memang tidak lagi mengandalkan kecepatan, tetapi semua permainan bagus Argentina masih mengalir lewat dirinya. Visi bermain dan sentuhan bolanya benar-benar luar biasa.”

Sheringham menilai pertandingan nanti tidak hanya ditentukan kualitas taktik, tetapi juga siapa yang mampu mengelola emosi dalam salah satu rivalitas terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

“Inilah alasan Thomas Tuchel didatangkan. Untuk mempersiapkan tim menghadapi momen seperti ini. Saya yakin para pemain memahami apa yang harus dilakukan, dan saya percaya Inggris cukup bagus untuk melewati rintangan ini.”***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses