Balikpapan Masuk Lima Besar Nasional PPD 2026, Rahmad: Perencanaan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional setelah berhasil menembus lima besar nominasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026.
Atas capaian tersebut, Balikpapan berhak mengikuti Penilaian Tahap II berupa wawancara dan verifikasi lapangan yang dilakukan tim penilai dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen Pemerintah Kota dalam membangun sistem perencanaan yang berkualitas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Perencanaan pembangunan tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif. Perencanaan harus menjadi fondasi utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempersiapkan daerah menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” kata Rahmad, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, posisi Balikpapan sebagai beranda sekaligus superhub Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat kota ini memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Balikpapan tidak hanya berfungsi sebagai daerah penyangga, tetapi juga menjadi pusat layanan, logistik, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Karena itu setiap penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah kami lakukan secara partisipatif, teknokratis, berbasis data, serta memperhatikan aspek keberlanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Rahmad menjelaskan, pendekatan tersebut telah menghasilkan sejumlah indikator pembangunan yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Balikpapan mencapai 10,24 persen, angka kemiskinan turun menjadi 1,97 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,23, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 5,84 persen.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Ini merupakan bukti bahwa perencanaan yang baik mampu menghasilkan pembangunan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemberian Seragam Sekolah
Ia juga menyoroti program Balikpapan Nyaman Sekolah sebagai salah satu inovasi yang lahir dari hasil perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup pemberian seragam sekolah gratis, BOSDA, hingga subsidi pendidikan bagi siswa sekolah swasta.
“Program ini menggunakan integrasi data kependudukan dan data kesejahteraan sosial sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Selain meningkatkan akses pendidikan, kebijakan ini juga membantu menjaga daya beli masyarakat, mencegah anak putus sekolah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelas Rahmad.
Dalam tahapan penilaian PPD, tim penilai dari Bappenas tidak hanya melakukan evaluasi terhadap dokumen perencanaan, tetapi juga akan mendengarkan langsung pengalaman masyarakat. Guru, orang tua siswa, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan akan dilibatkan untuk memberikan gambaran mengenai implementasi pembangunan di Kota Balikpapan.
Rahmad menegaskan bahwa keikutsertaan Balikpapan dalam Penghargaan Pembangunan Daerah bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan menjadi momentum evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Kami berharap praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Balikpapan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Yang paling penting, pembangunan yang kami lakukan benar-benar mampu mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni, berdaya saing, modern, dan berkelanjutan dalam mendukung perkembangan Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
