Iran Jaga Asa ke Babak 32 Besar, Tantangan di Luar Lapangan Belum Berakhir

LOS ANGELES,Inibalikpapan.com – Timnas Iran kembali menunjukkan daya juangnya di Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya menahan Selandia Baru dengan skor 2-2, Team Melli kembali meraih hasil positif dengan menahan Belgia tanpa gol dalam laga Grup J yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Los Angeles, Senin (22/6/2026) pagi WIB.

Hasil imbang tersebut membuat Iran kini mengoleksi dua poin dari dua pertandingan dan masih memiliki peluang terbuka untuk lolos ke babak 32 besar. Meski belum meraih kemenangan, kemampuan Iran mengimbangi dua lawan yang berbeda karakter menunjukkan bahwa mereka tetap layak diperhitungkan dalam persaingan grup.

Laga melawan Belgia berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Tim berjuluk The Red Devils lebih banyak menguasai jalannya permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, pertahanan disiplin Iran mampu meredam berbagai ancaman yang datang.

Iran sebenarnya sempat membuat kejutan ketika Mehdi Taremi berhasil menjebol gawang Belgia pada babak pertama. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah melalui peninjauan karena posisi sang penyerang dinilai berada dalam keadaan offside.

Belgia terus menekan sepanjang pertandingan, tetapi kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Iran. Situasi berubah pada menit ke-67 ketika bek Belgia Nathan Ngoy menerima kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap pemain Iran.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran lebih berani keluar menyerang pada sisa pertandingan. Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal mencetak gol kemenangan.

Tambahan Satu Poin

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan. Tambahan satu poin menjadi modal berharga bagi Iran untuk menghadapi laga terakhir grup melawan Mesir yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) mendatang di Seattle.

Di luar performa di lapangan, Iran juga menghadapi tantangan yang tidak ringan sepanjang turnamen. Situasi geopolitik yang melibatkan negaranya membuat mereka harus menjalani pengaturan perjalanan yang berbeda dibanding peserta lain.

Selama mengikuti Piala Dunia 2026, Iran bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan hanya diizinkan masuk ke Amerika Serikat menjelang pertandingan. Setelah laga usai, rombongan tim kembali diarahkan keluar dari wilayah Amerika Serikat.

Pelatih Amir Ghalenoei sebelumnya mengungkapkan bahwa skema perjalanan tersebut cukup menguras energi pemain karena minimnya waktu pemulihan. Namun demikian, timnya tetap berupaya menjaga fokus untuk meraih hasil terbaik di lapangan.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Iran berhasil menunjukkan semangat juang tinggi. Dua hasil imbang yang diraih sejauh ini menjaga peluang mereka untuk melangkah ke babak berikutnya.

Laga kontra Mesir akan menjadi penentuan nasib Team Melli. Jika mampu meraih hasil positif, Iran berpeluang menciptakan kejutan sekaligus mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.***

Penulis : Dani/Viva.co.id

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses