Mandalika Racing Series 2026: Pembalap Muda Yamaha Kuasai Klasemen, Dominasi Sejak Start

Candra Hermawan merayakan raihan podium ketiga di Mandalika Racing Series 2026 dengan penuh emosional.
Candra Hermawan merayakan raihan podium ketiga di Mandalika Racing Series 2026 dengan penuh semangat. Foto: Yamaha Indonesia

LOMBOK, inibalikpapan.com – Balapan baru dimulai, tapi peta persaingan sudah terlihat. Di seri pembuka Mandalika Racing Series 2026, pembalap-pembalap Yamaha langsung tancap gas dan menguasai klasemen di berbagai kelas utama.

Sejak sesi awal, nama-nama seperti Fadli Rigani, Rendi Oding, hingga M. Abid Ashar Musyafa langsung mencuri perhatian.

Bukan sekadar menang, mereka tampil konsisten di setiap race, sesuatu yang jadi kunci memimpin klasemen sementara.

Di kelas National Sport 150cc, Fadli Rigani tampil paling stabil. Setelah naik podium di beberapa sesi, ia kini memimpin klasemen, disusul Aldiaz Aqsal Ismaya dan Fahmi Basam.

Fadli tak menutup rahasia di balik performanya.

“Senang bisa menang dan naik podium. Set up motor sangat membantu, jadi saya bisa tampil maksimal. Ini jadi motivasi untuk menjaga performa di seri berikutnya,” ujarnya.

Bagi pembalap muda, bukan hanya kecepatan yang menentukan, tapi kemampuan menjaga ritme di setiap balapan.

Kelas Junior Jadi Panggung Talenta Masa Depan

Sorotan lain datang dari kelas Junior Sport 250cc U-18. M. Abid Ashar Musyafa tampil tanpa celah. Ia menyapu bersih kemenangan sejak kualifikasi hingga dua race.

Dominasi ini menunjukkan satu hal, regenerasi pembalap muda Indonesia mulai terlihat nyata

Di kelas Underbone 150cc, dominasi bahkan lebih mencolok. Empat posisi teratas klasemen diisi pembalap Yamaha: Rendi Oding, Fadli Rigani, Dimas Juliatmoko, dan M. Jordan Badaru.

Situasi ini membuat persaingan di kelas ini terasa “internal”, karena Yamaha praktis menguasai jalannya lomba.

Hasil seri pembuka ini bukan hanya soal podium, tapi posisi klasemen jangka panjang.

Manager Motorsport Yamaha Indonesia, Wahyu Rusmayadi, menyebut hasil ini jadi modal penting.

“Awal musim berjalan positif. Kami bisa memimpin klasemen lewat kemenangan dan podium. Ini juga jadi ajang bagus untuk pembinaan rider muda. Harapannya performa bisa terus meningkat di seri selanjutnya,” katanya.

Tantangan Berikutnya: Konsistensi di Tengah Tekanan

Meski dominan, tantangan belum selesai. Di balap nasional, satu kesalahan kecil bisa mengubah klasemen secara drastis. Apalagi kompetitor dipastikan akan melakukan evaluasi besar setelah melihat dominasi Yamaha di seri perdana.

Hasil ini memberi sinyal kuat bahwa pembinaan pembalap muda mulai menunjukkan hasil. Selain itu, persaingan ke depan berpotensi semakin ketat dan Mandalika kian mengukuhkan diri sebagai pusat balap nasional.

Jika tren ini berlanjut, musim 2026 bisa jadi salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.

Dominasi Yamaha di awal musim bukan sekadar kemenangan, tapi tanda perubahan peta persaingan.

Kini, semua mata tertuju ke seri berikutnya—apakah dominasi ini akan bertahan, atau justru memicu perlawanan besar dari rival?

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses