Sempat Absen Seri 1, Sabian Fathul Ilmi Bangkit dengan Kemenangan di Australia
TAILEM BEND, inibalikpapan.com – Pembalap muda asal Berau, Kalimantan Timur, Sabian Fathul Ilmi, langsung mencuri perhatian di level Asia Pasifik. Di usia 13 tahun, ia sukses merebut kemenangan di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship seri kedua di Australia, usai sebelumnya absen di seri pembuka karena kendala visa.
Sabian tidak memulai musim ini dengan mudah. Ia harus melewatkan seri pertama di Sydney pada Maret lalu akibat persoalan visa. Namun, momen itu justru jadi titik balik.
Masuk seri kedua di The Bend Motorsport Park, 1–3 Mei 2026, Sabian tampil tanpa ragu. Dari sesi latihan bebas, performanya langsung menanjak—dari posisi 8 hingga tembus 4 besar.
Di sesi kualifikasi, ia memastikan start dari posisi kedua.
Puncaknya terjadi di race pertama, Sabtu (2/5). Sabian tampil solid menghadapi rival dari berbagai negara seperti Australia, China, Thailand, hingga Selandia Baru.
Hasilnya, pembalap muda Kaltim itu sukses finis di posisi pertama.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Sabian di ajang Yamaha R3 Asia-Pacific, sekaligus menandai debut full season-nya dengan hasil impresif.
Di race kedua, ia tetap konsisten dengan finis di posisi keenam dan mengamankan poin penting.
Dari Berau ke Level Internasional
Perjalanan Sabian menuju kemenangan ini bukan tanpa proses. Pada 2025, ia sempat turun sebagai wildcard di Buriram, Thailand.
Saat itu, hasilnya sudah cukup menjanjikan dengan finis di posisi keempat pada race pertama dan posisi keenam pada race kedua.
Bekal itu kini terbayar di musim 2026. Di usia yang masih sangat muda, Sabian mulai menunjukkan potensi sebagai salah satu pembalap Indonesia yang bisa bersaing di level internasional.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil balapan. Bagi Kalimantan Timur, khususnya Berau, ini menjadi bukti bahwa talenta daerah mampu bersaing di panggung Asia.
Apalagi, Indonesia kini memiliki Mandalika sebagai salah satu pusat balap internasional. Peluang pembalap muda seperti Sabian untuk berkembang semakin terbuka.
Berkat hasil di Australia, Sabian kini menempati posisi ke-6 klasemen sementara dengan total 35 poin—meski sempat kehilangan poin di seri pertama.
Artinya, peluang untuk terus naik masih terbuka di empat seri tersisa musim ini.
“Saya Jadi Lebih Percaya Diri”
Sabian mengaku kemenangan ini menjadi titik penting dalam kariernya.
“Senang sekali bisa juara race 1 seri 2 ini. Rasanya beda menang pertama kali di ajang ini. Saya jadi lebih percaya diri dan ingin mengulang kemenangan berikutnya,” ujarnya.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menilai kemenangan ini sebagai langkah penting.
Ia menyebut Sabian menunjukkan perkembangan pesat, terutama karena langsung mampu menang di musim perdananya.
Kisah Sabian Fathul Ilmi menunjukkan satu hal: keterbatasan bukan akhir.
Dari sempat absen karena visa, kini ia justru muncul sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di Yamaha R3 Asia-Pacific Championship.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin nama Sabian akan semakin dikenal—bukan hanya di Kaltim, tapi juga di kancah balap internasional.***
BACA JUGA
