PTMB Pastikan Pengerukan Waduk Manggar Tak Ganggu Distribusi Air Bersih
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan aktivitas pengerukan di Waduk Manggar tidak akan mengganggu distribusi air baku maupun pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Pengerukan dilakukan sebagai langkah antisipasi menjaga kapasitas tampungan air baku di tengah potensi penurunan debit ai. Akibat fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang pada tahun ini.
Direktur Teknik PTMB, Muhammad Kohirudin mengatakan, kegiatan pengerukan telah dirancang sedemikian rupa. Agar operasional distribusi air tetap berjalan normal.
“Pengerukan Waduk Manggar dilakukan di titik Km 13, dekat akses tol Balikpapan. Kami pastikan proses ini tidak mengganggu distribusi air baku maupun pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, PTMB telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna menjaga stabilitas suplai air selama musim kemarau. Salah satunya dengan memperkuat sistem distribusi serta menyiapkan dukungan armada tangki air bersih.
“Langkah antisipasi, kami telah mengajukan peminjaman tangki mobile dari beberapa OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, hingga Dinas Pekerjaan Umum untuk mendukung distribusi air apabila diperlukan,” katanya.
Selain armada tangki, PTMB juga menyiapkan opsi penggunaan instalasi pengolahan air (IPA) mobile sebagai solusi cepat jika terjadi penurunan signifikan pada debit air baku.
Muhammad Kohirudin menjelaskan, penggunaan IPA mobile dinilai lebih fleksibel untuk menjaga pasokan air bersih, terutama ketika kondisi waduk mengalami penyusutan drastis akibat musim kemarau panjang.
Sumber Air Alternatif
Tak hanya bergantung pada Waduk Manggar, PTMB juga mulai mempertimbangkan pemanfaatan sumber air alternatif seperti bendali atau waduk milik pemerintah daerah. Namun karena keterbatasan fasilitas pengolahan permanen di lokasi tersebut, IPA mobile diproyeksikan menjadi solusi utama.
“Prinsipnya kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Jadi sejak sekarang langkah-langkah antisipasi sudah mulai kami siapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, PTMB memperketat pengawasan produksi air melalui pemantauan intensif di 10 instalasi pengolahan air yang tersebar di Balikpapan. Monitoring terhadap ketinggian air waduk dan bendungan juga dilakukan secara real time guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi.
Fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi tahun ini berpotensi menurunkan curah hujan dan memperpanjang musim kemarau. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya kapasitas tampungan air baku. Yang menjadi sumber utama produksi air bersih di Kota Balikpapan.
PTMB berharap berbagai langkah antisipatif yang disiapkan dapat meminimalkan dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Baik untuk rumah tangga maupun sektor industri.***
BACA JUGA
