Naik Motor Tembus Kampung Terpencil, Wapres Gibran Kejar Pemulihan Flores: 24 Tewas, 19.803 Warga Mengungsi
MANGGARAI TIMUR, Inibalikpapan.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memilih menembus medan sulit dengan sepeda motor untuk mencapai Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti di wilayah yang mudah dijangkau. Di tengah keterbatasan akses, Gibran datang langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan pemulihan menjangkau kampung-kampung terdampak.
Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling berat dalam rangkaian bencana yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 24 orang meninggal dunia, 19.803 warga mengungsi, dan 9.647 rumah mengalami kerusakan parah.
Selain permukiman warga, sedikitnya 1.034 fasilitas umum dan fasilitas pemerintah turut terdampak, termasuk sekolah dan rumah ibadah.
Rumah Warga Rusak, Gibran Minta Perbaikan Diprioritaskan
Di Kampung Waso, Gibran berdialog langsung dengan warga terdampak untuk mengetahui kebutuhan yang belum terpenuhi selama masa tanggap dan pemulihan bencana.
Salah satunya Aisyah, warga yang rumahnya terdampak. Gibran memastikan terlebih dahulu apakah kondisi rumah tersebut sudah masuk dalam pendataan pemerintah.
“Sudah didata?” tanya Gibran, dikutip dari laman Setwapres.
“Sudah,” jawab Aisyah.
“Tinggal di posko dulu sementara, ya, Bu. Nanti rumahnya kita perbaiki,” ujar Gibran.
Gibran menekankan pemulihan tidak hanya menyangkut pembangunan kembali rumah warga. Pemerintah juga harus mempercepat pemulihan layanan dasar yang lumpuh akibat bencana.
Ia meminta jajaran terkait segera menyiapkan rumah sakit darurat dan mempercepat perbaikan infrastruktur penting, mulai dari irigasi, rumah ibadah hingga fasilitas pendidikan.
“Rumah Sakit Darurat itu penting, tadi ada lagi perbaikan irigasi, rumah ibadah, sekolah juga, dan itu harus dibangun dari nol,” ungkapnya.
Gibran Soroti Pemulihan Anak-anak Pengungsi
Dalam kunjungan terpisah di Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Gibran juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana.
Wapres mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan anak muda dalam membantu proses pemulihan masyarakat Flores. Sebagai bagian dari dukungan tersebut, enam mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) difasilitasi untuk memberikan bantuan psikologis awal kepada anak-anak di pengungsian.
“Saya sangat mengapresiasi kepedulian dan dedikasi teman-teman mahasiswa yang mau ikut membantu pemulihan bagi saudara-saudara kita di NTT,” kata Gibran.
Keenam mahasiswa itu dijadwalkan berada di lokasi selama satu minggu. Mereka mendampingi anak-anak melalui pendekatan ramah anak, seperti bermain, bercerita, bernyanyi dan permainan kelompok sederhana.
“Teman-teman mahasiswa ini akan tinggal di sini selama satu minggu dan akan membantu memberikan bantuan psikologis awal bagi saudara-saudara kita, khususnya anak-anak,” jelasnya.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk membangun kembali rasa aman dan nyaman anak-anak selama berada di pengungsian. Mahasiswa juga melakukan observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dukungan psikososial lanjutan.
Pemulihan Flores Tak Boleh Berhenti di Daerah Mudah Dijangkau
Kunjungan Gibran ke Kampung Waso memperlihatkan tantangan besar pemulihan bencana di Flores: memastikan bantuan dan pembangunan kembali benar-benar menjangkau warga hingga wilayah dengan akses terbatas.
Wapres menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai elemen, termasuk mahasiswa dan generasi muda, dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Kepada para mahasiswa, Gibran berharap ilmu yang mereka peroleh di kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.
“Semoga keilmuan yang telah teman-teman dapatkan di kampus, bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT,” ujarnya.
Dengan 24 korban meninggal, hampir 20 ribu warga mengungsi, serta ribuan rumah dan fasilitas publik rusak, pemerintah kini dihadapkan pada pekerjaan besar: memastikan janji pemulihan benar-benar sampai hingga kampung-kampung terpencil yang sulit dijangkau.
Kata kunci SEO: Gibran Flores, Gibran Rakabuming Manggarai Timur, bencana Flores 2026, 24 orang meninggal Flores, 19.803 warga mengungsi, Kampung Waso, bencana NTT, pemulihan bencana Manggarai Timur
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
