Siswa Balikpapan Masih Menunggu Giliran MBG, Disdikbud Dorong BGN Percepat Pemerataan

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan semakin banyak siswa di Kota Balikpapan. Namun, perluasan layanan yang dilakukan secara bertahap membuat sebagian pelajar masih harus menunggu giliran mendapatkan makanan bergizi gratis di sekolah mereka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, pelaksanaan MBG saat ini sudah menjangkau sekolah di seluruh kecamatan. Meski demikian, cakupannya belum merata karena baru sebagian sekolah di masing-masing wilayah yang mendapatkan layanan.

“Mungkin sudah hampir 50 persen,” kata Irfan, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program MBG terus mengalami perluasan. Namun, masih terdapat sekolah yang belum tersentuh layanan sehingga pemerataan menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong.

Irfan menyebut antusiasme siswa terhadap program MBG cukup tinggi. Hal itu terlihat dari pertanyaan yang disampaikan sejumlah siswa kepada pihak sekolah mengenai kapan mereka akan mendapatkan makanan bergizi gratis.

“Banyak juga anak-anak kita yang bertanya, ‘Kapan sekolah kami dapat?’ Karena bukan kami yang menentukan itu, maka kami tidak bisa menjawab,” tuturnya.

Menurut Irfan, tingginya antusiasme tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah agar perluasan MBG dapat dilakukan lebih cepat. Disdikbud berharap seluruh siswa di Balikpapan pada akhirnya memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan program tersebut.

“Harapan kami, BGN bisa mempercepat itu agar kemudian seluruh anak-anak kita bisa mendapatkan program tersebut di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Dapat Layanan Maksimal

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sekolah yang mendapatkan layanan MBG. Penentuan penerima dan pelaksanaan program berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Peran Disdikbud lebih diarahkan pada penyediaan data satuan pendidikan serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program di lingkungan sekolah.

“Kalau kami, sampai pada penyiapan data saja dan mendukung kegiatan-kegiatan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan makan bergizi gratis kepada anak-anak kita,” jelasnya.

Di tengah proses perluasan tersebut, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kualitas makanan yang diterima siswa. Disdikbud bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan MBG.

Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman, layak dikonsumsi, dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Irfan mengatakan aspek keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG. Pemerintah daerah tidak ingin perluasan program hanya mengejar jumlah penerima, tetapi mengabaikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi bersama Dinas Kesehatan,” katanya.

Ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah, BGN, sekolah dan pihak terkait diharapkan semakin diperkuat. Dengan cakupan yang kini mendekati separuh sekolah, Disdikbud berharap perluasan dapat terus dilakukan secara bertahap hingga tidak ada lagi siswa yang harus menunggu giliran untuk memperoleh manfaat program MBG.

Pemerataan layanan sekaligus diharapkan memastikan seluruh siswa di Balikpapan mendapatkan akses yang sama terhadap program pemenuhan gizi tersebut.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses