Negara dengan Jumlah Penduduk Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah negara debutan dan kejutan. Jika diurutkan berdasarkan jumlah penduduk, beberapa negara kecil berhasil mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final. Berikut daftar negara dengan populasi terkecil di Piala Dunia 2026:
| Peringkat | Negara | Estimasi Penduduk |
| 1 | Curaçao | ± 150.000 jiwa |
| 2 | Cape Verde | ± 525.000 jiwa |
| 3 | New Zealand | ± 5,3 juta jiwa |
| 4 | Norway | ± 5,6 juta jiwa |
| 5 | Jordan | ± 11 juta jiwa |
Yang paling mencuri perhatian adalah Curaçao. Negara Karibia yang berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa itu menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Keberhasilan mereka bahkan melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh negara-negara kecil seperti Islandia pada Piala Dunia 2018.
Sementara itu, Cape Verde juga mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat tersebut hanya memiliki sekitar 525 ribu penduduk dan menjadi salah satu negara berpopulasi paling kecil yang pernah tampil di turnamen ini.
Fakta Menarik
- Curaçao, Cape Verde, Jordan, dan Uzbekistan merupakan debutan di Piala Dunia 2026.
- Cape Verde dan Curaçao sama-sama mencetak sejarah sebagai negara kecil yang berhasil menembus turnamen terbesar sepak bola dunia.
- Format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim membuka peluang lebih besar bagi negara-negara nontradisional untuk tampil di panggung dunia.
Perjalanan Curaçao ke Piala Dunia 2026
Curaçao memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui perjalanan impresif di kualifikasi zona CONCACAF. Mereka tampil dominan sejak putaran awal dengan menyingkirkan lawan-lawan dari kawasan Karibia.
Tim berjuluk Blue Wave membuka kualifikasi dengan kemenangan 4-1 atas Barbados, diikuti kemenangan 2-0 di kandang Aruba pada Juni 2024. Performa mereka semakin meyakinkan saat menutup putaran kedua dengan kemenangan telak, termasuk 4-0 atas Saint Lucia dan 5-1 melawan Haiti.
Memasuki putaran ketiga, Curaçao tergabung di grup berat bersama Jamaika, Trinidad dan Tobago, serta Bermuda. Namun mereka mampu tampil konsisten.
Hasil imbang 0-0 di markas Trinidad dan Tobago menjadi awal positif sebelum meraih kemenangan 3-2 atas Bermuda. Momentum berlanjut saat mereka menundukkan Jamaika 2-0 di kandang—hasil yang menjadi titik balik penting.
Meski sempat ditahan 1-1 oleh Trinidad dan Tobago, Curaçao bangkit dengan kemenangan besar 7-0 atas Bermuda. Pada laga penentuan di Jamaika, pertahanan solid yang dipimpin kiper veteran Eloy Room sukses meredam tekanan tuan rumah dan memastikan kelolosan bersejarah.
Cape Verde Tak Kalah Sensasional
Cape Verde juga mencatat kisah luar biasa dalam kualifikasi. Performa kandang yang sempurna—lima kemenangan tanpa kebobolan—menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
Kepastian lolos diraih usai menang 3-0 atas Eswatini pada laga terakhir kualifikasi. Mereka bahkan mampu memuncaki grup sulit dengan mengungguli tim-tim kuat seperti Kamerun dan Angola.
Keberhasilan Curaçao dan Cape Verde menegaskan bahwa sepak bola tidak lagi didominasi negara besar. Dengan kerja keras, strategi tepat, dan konsistensi, negara kecil pun mampu menembus panggung terbesar dunia.
Curaçao kini bukan sekadar tim debutan, tetapi simbol bahwa mimpi besar tetap bisa diraih, bahkan oleh negara dengan populasi sangat kecil.
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
