Pertamina Latih Kelompok Wanita Tani di Karang Joang Olah Limbah Jadi Pupuk Organik

Pertamina Patra Niaga bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Joang menyerahkan bantuan peralatan kompos dan sarana pendukung kepada Kelompok Wanita Tani untuk mendukung ketahanan pangan berbasis pekarangan.

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Karang Joang kini memiliki cara baru untuk mengurangi biaya berkebun. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggelar pelatihan bagi puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Balikpapan. Mereka belajar mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair, kompos, serta memanfaatkan lubang biopori untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Sebanyak 50 peserta dari lima Kelompok Wanita Tani mengikuti pelatihan yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Balikpapan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan cara mengolah air cucian beras, kulit pisang, daun-daunan, serta sisa sayuran menjadi pupuk organik cair dan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan.

Selain mendapat materi, setiap kelompok menerima bantuan peralatan kompos dan sarana biopori agar ilmunya dapat langsung diterapkan.

Limbah Rumah Tangga Menjadi Bernilai

Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga IT Balikpapan, Rudi Mahendra, mengatakan pemanfaatan pekarangan dan limbah organik menjadi salah satu langkah sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, cara tersebut juga dapat membantu menekan biaya budidaya.

Menurutnya, masyarakat memiliki potensi besar mengembangkan pertanian berbasis pekarangan apabila didukung keterampilan yang memadai.

“Kami melihat masyarakat memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian berbasis pekarangan. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong Kelompok Wanita Tani agar mampu memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Harapannya, hasil budidaya tidak hanya mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi tambahan sehingga kelompok dapat tumbuh mandiri dan berkelanjutan,” ujar Rudi dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).

Ketua Tim Penyuluhan Pertanian Kota Balikpapan, Hatigoran Roy, menilai dunia usaha berperan penting memperkuat ketahanan pangan mulai dari rumah tangga.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan. Hal itu juga memperkuat peran Kelompok Wanita Tani sebagai penggerak ketahanan pangan di tingkat keluarga.

“Ketahanan pangan tidak selalu diukur dari produksi skala besar. Ketika setiap rumah tangga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya melalui pemanfaatan pekarangan, hal tersebut sudah menjadi kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,” katanya.

Penggunaan pupuk organik membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Di sisi lain, limbah rumah tangga juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang lebih bernilai dan ramah lingkungan.

Anggota KWT Siap Menerapkan Ilmu Baru

Ketua KWT Daun Sop Ceria, Sanati, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi anggotanya.

Selama ini kelompoknya masih mengandalkan pupuk kimia dan pupuk kandang. Setelah mengikuti pelatihan, mereka berencana mulai memanfaatkan pupuk organik karena bahan bakunya mudah diperoleh, lebih hemat, sekaligus ramah lingkungan.

Ia juga menyebut bantuan peralatan dari Pertamina menjadi modal awal agar anggota kelompok dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

KWT Daun Sop Ceria yang beranggotakan sekitar 30 orang saat ini membudidayakan berbagai tanaman hortikultura, termasuk buah naga sebagai salah satu komoditas unggulan. Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sekaligus dipasarkan untuk menambah pendapatan anggota.

Melalui kolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian dan Kelompok Wanita Tani, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.***

Sumber: Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses