Prancis dan Inggris Rajai Nilai Pasar Timnas Dunia, Indonesia  Tertinggal Jauh

Timnas Prancis (foto : FIFA)
Timnas Prancis (foto : FIFA)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Piala Dunia 2026, peta kekuatan sepak bola dunia tak hanya terlihat dari ranking FIFA atau prestasi di lapangan. Data terbaru Transfermarkt menunjukkan jurang kualitas skuad yang sangat lebar antara negara-negara elite dengan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam daftar 100 tim nasional paling bernilai di dunia, Prancis menempati posisi teratas dengan total nilai pasar mencapai sekitar €1,52 miliar atau lebih dari Rp26 triliun. Mereka hanya unggul tipis atas Inggris yang memiliki valuasi €1,36-1,50 miliar. Sementara Spanyol, Portugal, Jerman, dan Brasil melengkapi enam besar dunia.

Eropa Masih Mendominasi

Menariknya, delapan dari sepuluh tim nasional paling bernilai berasal dari Eropa. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi elite Eropa masih menjadi pusat perkembangan talenta sepak bola dunia.

10 besar tim nasional paling bernilai menurut Transfermarkt:

  1. Prancis – €1,52 miliar
  2. Inggris – €1,36 miliar hingga €1,50 miliar
  3. Spanyol – €1,22 miliar
  4. Portugal – €1,01 miliar
  5. Jerman – €947 juta
  6. Brasil – €923 juta
  7. Belanda – €804 juta
  8. Argentina – €782 juta
  9. Norwegia – €589 juta
  10. Belgia – €547 juta

Kehadiran nama Norwegia di posisi sembilan menjadi kejutan. Nilai pasar mereka terdongkrak oleh megabintang seperti Erling Haaland yang menjadi salah satu pemain termahal dunia.

Nilai Pasar Bukan Jaminan Juara

Meski menjadi juara dunia bertahan dan pemuncak ranking FIFA, Argentina hanya berada di posisi kedelapan dalam daftar nilai pasar. Fakta ini membuktikan bahwa valuasi pemain bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan di lapangan.

Sebaliknya, Prancis, Inggris, dan Spanyol dianggap memiliki kombinasi ideal antara usia muda, kedalaman skuad, dan kualitas individu yang membuat mereka menjadi favorit kuat pada Piala Dunia 2026.

Cermin Ketimpangan Sepak Bola Dunia

Data Transfermarkt ini juga menjadi cermin ketimpangan sepak bola global. Negara-negara Eropa Barat terus menghasilkan pemain bernilai tinggi yang bermain di liga elite, sementara negara-negara Asia dan Afrika masih berupaya mengejar ketertinggalan.

Bagi Indonesia, yang nilai pasar skuadnya masih jauh di bawah raksasa-raksasa dunia, daftar ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas kompetisi domestik, pengembangan pemain muda, dan eksposur ke liga-liga top dunia tetap menjadi pekerjaan rumah utama jika ingin bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

Sumber : Transfermarkt

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses