Aliansi Balikpapan Bergerak Desak Percepatan PJU dan Soroti BBM

Aliansi Balikpapan Bersatu saat menyampaikan aspirasinya di depan kantor DPRD Balikpapan.(Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Persoalan keamanan jalanan dan BBM menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan Aliansi Balikpapan Bergerak di depan Kantor DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026).

Selain mengangkat isu kelangkaan Pertalite, massa aksi menilai minimnya penerangan jalan di sejumlah wilayah turut berkontribusi terhadap meningkatnya rasa tidak aman di tengah masyarakat.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Balikpapan Bergerak, Wisnu Noegroho, mengatakan masih banyak kawasan di Kota Balikpapan yang belum mendapatkan penerangan jalan umum (PJU) secara memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko tindak kriminalitas, terutama pada malam hari.

Menurutnya, program “Balikpapan Terang” yang selama ini digaungkan pemerintah perlu dievaluasi agar realisasinya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun aliansi, target pemasangan sekitar 1.600 titik PJU dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

“Masih ada sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman yang minim penerangan. Kondisi ini membuat masyarakat merasa kurang aman saat beraktivitas pada malam hari,” ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, persoalan penerangan jalan tidak bisa dipandang hanya sebagai urusan infrastruktur semata. Keberadaan lampu jalan yang memadai juga berkaitan langsung dengan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat.

Aliansi Balikpapan Bergerak menilai maraknya kasus begal dan kriminalitas jalanan yang belakangan menjadi perhatian publik perlu mendapatkan penanganan serius. Sejumlah kejadian yang menimpa warga, termasuk mahasiswa dan pekerja, menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat.

“Ketika jalan gelap, potensi tindak kriminal tentu lebih besar. Karena itu kami mendorong agar program penerangan jalan dipercepat dan menjadi prioritas,” katanya.

Keamanan yang Terjamin

Selain menyoroti masalah keamanan, massa aksi juga mengangkat persoalan lain yang berkaitan dengan kenyamanan masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan parkir liar di kawasan SPBU Kilometer 15 yang dinilai mengganggu arus lalu lintas.

Kendaraan yang parkir di bahu jalan dalam waktu lama disebut sering menyebabkan penyempitan badan jalan dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Kondisi tersebut juga dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.

Di luar isu daerah, Aliansi Balikpapan Bergerak tetap menempatkan persoalan energi sebagai tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan distribusi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite yang masih sulit diperoleh di sejumlah wilayah Balikpapan.

Melalui berbagai aspirasi yang disampaikan, aliansi berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan yang dirasakan masyarakat. Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi publik untuk mendorong terciptanya pelayanan yang lebih baik, keamanan yang lebih terjamin, serta kualitas hidup masyarakat Balikpapan yang semakin meningkat.***

Penulis : Samsul

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses