Profil Timnas Yordania di Piala Dunia 2026: Akhiri Penantian Panjang Penuh Drama

Timnas Yordania (foto : FIFA)
Timnas Yordania (foto : FIFA)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Setelah sembilan kali gagal dan dihantui kekecewaan, Yordania akhirnya menorehkan sejarah dengan memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026. Keberhasilan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang penuh ambisi, kerja keras, dan momen dramatis yang menguji mental tim berjuluk Nashama.

Momentum kebangkitan Yordania datang setelah penampilan luar biasa di Piala Asia AFC, di mana mereka sukses melaju hingga final. Kini, generasi emas tersebut bersiap mengukir cerita baru di panggung sepak bola dunia.

Era Baru di Bawah Jamal Sellami

Kehadiran pelatih anyar, Jamal Sellami, menjadi kunci keberhasilan menjaga konsistensi tim. Ia menggantikan Hussein Ammouta yang mundur usai membawa Yordania bersinar di Asia.

Sellami, pelatih asal Maroko berusia 55 tahun, membawa filosofi permainan dinamis dengan mengandalkan kekompakan tim dan fleksibilitas taktik. Berbekal pengalaman sebagai mantan pemain timnas Maroko di Piala Dunia 1998 serta karier sukses bersama Raja Casablanca dan Besiktas, Sellami mampu melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya.

Sejak menangani Yordania pada Juni 2024, ia mencatatkan performa impresif: hanya dua kekalahan dari 12 pertandingan, mencetak 19 gol dan kebobolan delapan.

Lini Serang Mematikan

Kesuksesan Yordania tidak lepas dari tajamnya trisula penyerang Mousa Al-Tamari, Yazan Al-Naimat, dan Ali Alwan. Kombinasi ketiganya menjadi motor utama dalam mengamankan 16 poin di putaran ketiga kualifikasi.

Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman pada 5 Juni 2025 menjadi titik krusial sebelum akhirnya memastikan tiket otomatis ke Piala Dunia, diperkuat hasil kekalahan Irak dari Korea Selatan.

Jadwal Yordania di Piala Dunia 2026

Yordania tergabung dalam grup berat dan akan menghadapi sejumlah tim kuat dunia:

  • 16 Juni: Austria vs Yordania – San Francisco Bay Area Stadium
  • 22 Juni: Yordania vs Aljazair – San Francisco Bay Area Stadium
  • 27 Juni: Yordania vs Argentina – Dallas Stadium

Dari Patah Hati ke Sejarah

Keberhasilan ini terasa semakin emosional mengingat masa lalu pahit Yordania. Salah satu momen paling dikenang terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 2014, ketika mereka hanya selangkah lagi lolos sebelum akhirnya dihentikan Uruguay di play-off antarbenua.

Saat itu, Yordania harus menghadapi trio bintang dunia Luis Suarez, Edinson Cavani, dan Diego Forlan. Kekalahan di leg pertama membuat mimpi mereka sirna meski mampu menahan imbang di leg kedua.

Rekor Legendaris Hassan Abdel-Fattah

Dalam sejarah kualifikasi, nama Hassan Abdel-Fattah tetap menjadi ikon. Ia tercatat sebagai top skor sepanjang masa Yordania di kualifikasi Piala Dunia dengan 16 gol.

Kontribusinya termasuk empat gol dalam kemenangan bersejarah 9-0 atas Nepal pada kualifikasi Brasil 2014, serta gol-gol penting lainnya sejak era kualifikasi 2006 hingga 2018.

Siap Ukir Sejarah Baru

Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan perdana Yordania di ajang tertinggi sepak bola dunia. Dengan kombinasi generasi emas, strategi matang, dan mental yang teruji, Nashama kini siap menantang dunia.

Perjalanan panjang yang dulu dipenuhi kegagalan kini berubah menjadi kisah inspiratif — tentang ketekunan, keberanian, dan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.

Skuad Yordania

Kiper: Yazeed Abu Laila (Al-Hussein), Abdullah Al-Fakhouri (Al-Wehdat), Noor Bani Attieh (Al-Faisaly)

Belakang: Abdullah Nasib (Al-Zawraa), Saad Al-Rosan (Al-Hussein), Yazan Al-Arab (FC Seoul), Saleem Obeid (Al-Hussein), Mohammad Abu Al-Nadi (Selangor), Hossam Abu Al-Dahab (Al-Faisaly), Ehsan Haddad (Al-Hussein), Anas Bani (Al-Faisaly), Muhannad Abu Taha (Al-Quwa Al-Jawiya), Mohammad Abu Hasheesh (Al-Karma).

Tengah: Noor Al-Rawabdeh (Selangor), Nizar Al-Rashdan (Qatar Sports Club), Ibrahim Saadeh (Al-Karma), Rajaei Ayed (Al-Hussein), Amer Jamous (Al-Zawraa), Mohammad Al-Daoud (Al-Wehdat), Mahmoud Al-Mardi (Al-Hussein)

Depan: Mousa Al-Tamari (Stade Rennais), Ouda Al-Fakhouri (Pyramids), Mohammad Abu Zraiq (Raja Casablanca), Ali Azaizeh (Al-Shabab), Ibrahim Sabra (Lokomotiva Zagreb), Ali Olwan (Al-Sailiya)

Sumber : FIFA / Transmarkt

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses