Pertamina Buka Suara Tanggapi Aksi Sopir Truk Balikpapan, Berencana Buka SPBU 24 Jam

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Kelangkaan solar subsidi yang dikeluhkan sopir truk di Balikpapan mulai mendapat respons dari Pertamina Patra Niaga. Namun, penambahan kuota BBM masih menunggu keputusan regulator.

Sales Area Manager Retail Kaltimut Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri, mengatakan pihaknya memahami tuntutan sopir, tetapi distribusi solar tidak bisa dilakukan di luar kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pada prinsipnya kami mendukung aspirasi sopir. Tapi penyaluran BBM subsidi harus sesuai kuota dari regulator,” ujarnya.

Saat ini, kuota biosolar untuk Balikpapan berada di kisaran 20.000 kiloliter per tahun. Penyaluran tersebut hanya dilakukan di SPBU yang telah mendapat alokasi resmi.

Di Balikpapan, saat ini hanya ada dua SPBU yang melayani solar subsidi, dengan distribusi harian sekitar 40 ton dan 24 ton.

Untuk mengurangi antrean panjang, Pertamina berencana mengoperasikan dua SPBU tersebut selama 24 jam.

“Kami dorong layanan 24 jam agar antrean bisa terurai dan distribusi lebih merata,” katanya.

Namun, permintaan penambahan kuota di SPBU lain tidak bisa langsung dipenuhi. Prosesnya harus melalui pengajuan pemerintah daerah yang kemudian dievaluasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Pemda mengusulkan, lalu BPH Migas yang menetapkan. Setelah itu baru kami jalankan penyalurannya,” jelasnya.

Situasi ini membuat persoalan solar di Balikpapan belum sepenuhnya terurai. Di satu sisi, kebutuhan sopir terus meningkat, di sisi lain distribusi masih terkunci pada kebijakan kuota nasional.

Jika tidak segera ada keputusan tambahan kuota, antrean panjang dan gangguan distribusi logistik diperkirakan masih akan terjadi dalam waktu dekat.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses