Seleksi Paskibraka Kaltim 2026 Ketat, Andi Ishak: Sistem Digital Bikin Lebih Adil
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung ketat dan kompetitif. Para pelajar harus melewati berbagai tahapan seleksi berlapis, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi sebelum berpeluang melaju ke tingkat nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan sistem seleksi berbasis aplikasi digital kini membuat proses lebih terbuka dan adil.
“Sistem ini memberi kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri daerah untuk bersaing secara sehat menjadi anggota Paskibraka,” ujarnya saat penutupan seleksi di Aula BPSDM Kaltim, Sabtu (9/5/2026).
Kompetisi Ketat, Peserta Diminta Tetap Sportif
Andi mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti seleksi dengan semangat dan disiplin tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dalam setiap tahapan.
“Kobarkan terus semangat kompetisi yang sehat, karena ini adalah perjuangan untuk menjadi yang terbaik,” katanya.
Gagal Bukan Akhir, Masih Ada Peluang
Ia juga mengingatkan, tidak semua peserta bisa lolos ke tahap berikutnya. Namun, kegagalan bukan akhir dari perjalanan.
“Jangan berkecil hati jika belum lolos. Dalam kompetisi, itu hal biasa. Tetap semangat dan terus berjuang,” tegasnya.
Peserta yang belum terpilih ke tingkat nasional, lanjutnya, masih berpeluang bertugas sebagai Paskibraka di tingkat provinsi.
Fokus Latihan dan Jaga Kesehatan
Para peserta diminta menjaga kondisi fisik dan terus meningkatkan latihan, mengingat tugas sebagai pengibar bendera membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang prima.
“Jaga kesehatan, terus berlatih, dan siapkan diri untuk menjalankan tugas baik di tingkat daerah maupun nasional,” pesannya.
Evaluasi Seleksi Jadi Perbaikan ke Depan
Andi juga meminta pemerintah kabupaten/kota lebih selektif dalam menjaring calon peserta ke depan. Seleksi tahun ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas proses berikutnya.
“Yang terpilih adalah yang terbaik dari yang baik. Semua peserta sebenarnya hebat, tapi seleksi memilih yang paling unggul,” pungkasnya.
Seleksi Paskibraka 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda terus diperkuat melalui sistem yang transparan, kompetitif, dan berorientasi pada kualitas. / Pemprov
BACA JUGA
