Stok Beras Kaltimtara Aman hingga Akhir 2026, Bulog Siapkan Gudang Baru di Penyangga IKN

Stok beras di Kaltim aman (Foto: Samsul/Inibalikpapan)
Stok beras di Kaltim aman (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) dipastikan dalam kondisi stabil hingga penghujung tahun 2026.

Perum Bulog Kanwil Kaltimtara mencatat ketersediaan stok beras saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung program pengendalian inflasi daerah.

Cadangan Beras Tembus 22.300 Ton

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, mengungkapkan bahwa hingga April 2026, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 22.300 ton. Dengan rata-rata penyaluran bulanan sebesar 5.000 hingga 6.000 ton, stok ini diprediksi aman untuk tujuh hingga delapan bulan ke depan.

“Stok pangan yang kami miliki masih sangat mencukupi untuk mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD),” ujar Musazdin di Samarinda.

Perkuat Distribusi di Kawasan IKN

Menyambut perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bulog telah menyusun langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur pangan di kawasan penyangga. Salah satu proyek prioritas pada tahun 2026 adalah pembangunan gudang baru.

  • Lokasi Strategis: Gudang baru akan dibangun di wilayah Samboja, Kutai Kartanegara.
  • Kapasitas: Memiliki daya tampung hingga 1.000 ton.
  • Tujuan: Mempercepat distribusi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di kawasan sekitar IKN.

Optimalkan Gabah Lokal dan Kemandirian Pangan

Selain mengandalkan cadangan pusat, Bulog juga mulai fokus pada penyerapan hasil tani lokal. Strategi jangka panjang dilakukan dengan mengoptimalkan penyerapan gabah dari lahan pangan berkelanjutan seluas 70 hektare di sekitar kawasan IKN.

Langkah ini diharapkan dapat memacu produktivitas petani lokal sekaligus mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di wilayah Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses