Harga TBS Sawit Kaltim Naik Signifikan, Dipicu Permintaan CPO Global
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Tren positif sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) terus berlanjut. Pada periode 16–30 April 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit kembali mengalami kenaikan signifikan, seiring meningkatnya permintaan Crude Palm Oil (CPO) di pasar.
Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi petani karena berdampak langsung pada peningkatan pendapatan, di tengah kondisi produksi yang relatif stabil.
Harga CPO dan Kernel Menguat
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menyebutkan harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp15.125,10 per kilogram, sementara harga kernel mencapai Rp14.432,67 per kilogram.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman
Berikut daftar harga TBS sawit di Kaltim berdasarkan umur tanaman:
- Umur 3 tahun: Rp3.124,92/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.224,36/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.313,29/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.386,06/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.435,02/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.490,60/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.533,12/kg
- Umur 10 tahun: Rp3.558,33/kg
“Harga ini berlaku untuk TBS dari kebun plasma yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit,” jelas Muzakkir dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Lindungi Petani dari Tengkulak
Menurutnya, skema kemitraan antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS) menjadi kunci menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Kerja sama ini diharapkan mampu mencegah praktik permainan harga oleh tengkulak, sehingga petani mendapatkan harga yang wajar dan sesuai standar.
Dorong Kesejahteraan Petani
Dengan tren kenaikan harga TBS yang terus berlanjut, pemerintah daerah optimistis kesejahteraan petani sawit di Kaltim semakin meningkat.
Selain itu, sinergi antara petani dan industri juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah. / Pemprov
BACA JUGA
