Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Hermi Chaniago saat menggelar konfrensi pers

Tak Ada Terapi Khusus Pasien Covid-19 di RSPB, Hanya Bahagia

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Tenaga medis yang menangani pasien covid-19 di rumah sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dokter Elis menyatakan, tidak ada terapi khusus dalam penanganan pasien positif covid-19.

Menurutnya,  paling penting adalah pasien merasa bahagia dan nyaman hingga membuat imunitas tubuh meningkat. Salah satunya seperti yang dialami Helmi Chaniago (51) pasien positif covid-19 yang kini telah sembuh.

“Intinya mereka bahagia, mereka nyaman akan mempercepat imun tubuh pada pasien, alhamdulilah Pak Helmi dalam 9 hari (perawatan). Ada beberapa penambahan mungkin hanya diberikan seperti vitamin,” ujarnya saat hadir di rilis Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan (28/5/2020).

“Dan yang kedua, metode yang kita lakukan di rumah sakit Pertamina Balikpapan saya biasanya memberikan waktu di jam 10 pagi mereka datang bergantian, berjemur sinar matahari kurang lebih 10 menit, bergantian mereka. Disitu mereka bisa saling edukasi dan saling, sharing,”bebernya.

Bahkan kata dia, ketika 4 hari setelah terdiagnosa positif covid-19, tim medis melakukan uji swab pertama terhadap Helmi hasilnya negatif. Kemudian dua hari setelah uji swab pertama dilakukan uji swab kedua hasilnya negatif.

“Di tanggal 18 Juni dia terdiagnosa positif, kemudian di tanggal 22 Juni dia sudah uji swab pertama negatif , kemudian di tanggal 24 Juni dia sudah uji swab negatif yang kedua kali,” jelasnya.

Keberadaan PCR juga sangat membantu mempercepat proses perawatan pasien di rumah sakit. Dia juga memastikan mekanisme penanganan yang dilakukan terhadap pasien covid-19 juga sesuai dengan ketentuan WHO.

“Mekanisme apa yang kita lakukan , mekanisme apa yang kita lakukan sangat terbantu dengan kita memiliki PCR, dengan adanyta PCR kita lebih singkat, tidak menunggu lagi,” ujarnya.

Baca juga ini :  RSPB akan Fasilitasi 10 Tenaga Medis Swab PCR Setiap Hari Gratis

“Dengan terapi pasien yang sesuai dengan sudah ada menurut WHO maupun menurut Perhimpunan Dokter Paruh Seluruh Indonesia.” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.